Oleh: akbarzainudin | April 23, 2010

Yang Tua Yang Berkarya

 

Ibu Sartje, Berkarya Tidak Mengenal Usia

Ibu Sartje, Berkarya Tidak Mengenal Usia

 

Berkarya itu tidak mengenal usia. Dan kreativitas itu bahkan bisa semakin banyak seiring dengan pengalaman hidup yang semakin beragam. Usia karenanya bukanlah alasan untuk kita berhenti berbuat. Kata kawan saya; umur hanyalah bilangan angka, tetapi semangat tetaplah anak muda.

Ibu Sartje adalah contoh menarik bagaimana justru semakin bertambah umur bahkan semakin banyak kreativitas yang dikerjakan. Berbekal pengalaman menggeluti dunia makanan sejak puluhan lalu, Ibu Sartje setelah pensiun kemudian mendirikan bisnis waralaba QueMama. Bisnis waralaba ini kemudian dikembangkan oleh anaknya, Adswin.

Produk utama yang dijual adalah berbagai kue dengan berbagai rasa. Dengan kreativitasnya, kue-kue ini tidak sekedar kue biasa, tetapi kue dengan bermacam-macam rasa dan bentuk. Saya sudah mencoba beberapa rasa, dan gurihnya racikan mama emang terasa.

Apa yang ditawarkan QueMama? Tentu saja adalah bisnis waralaba yang bisa dipilih mulai dari gerobak, toko kue kecil, hingga kafe. Que Mama akan mengirimkan bahan-bahan mentah yang siap digoreng kepada mitra-mitra waralabanya, dan para mitra tinggal memesan dan menggoreng bahan-bahan yang bisa bertahan sekitar 3 hari hingga seminggu ini sesuai dengan permintaan pelanggan.

Yang menarik dari Ibu Sartje tentu saja adalah semangatnya yang luar biasa. Sejauh ini yang saya temukan para penggiat bisnis waralaba ini biasanya didominasi kaum muda dengan keberanian melakukan berbagai inovasi yang dimilikinya. Tetapi sosok Ibu Sartje yang  berumur di atas 60 tahun ini mengingatkan saya, bahwa umur tidak boleh membuat semangat hidup kita menjadi lemah.

Sangat terpancar juga dari wajahnya bahwa Ibu Sartje melakukan semua ini dengan penuh cinta dan kesungguhan. Bagaimana ia masih ikut mengolah adonan kue, menggoreng pesanan pelanggan, membuat apa yang dihasilkan lebih dari sekedar makanan biasa. Serasa kalau kita memakan kue hasil gorengannya, ikut merasakan aura semangat yang luar biasa.

Bekerja memang mesti dilakukan dengan kesungguhan dan cinta. Dua hal inilah yang membuat hasil kerja kita tidak sekedar menjadi hasil karya yang biasa-biasa saja, tetapi memberikan nuansa berbeda. Karena bagaimanapun, konsumen kita adalah manusia yang juga bisa disentuh dari sisi perasaan mereka.

Dan sekali lagi, usia tidak boleh menghentikan kita. Memang secara fisik dengan bertambahnya umur maka kemampuan dan kekuatan berkurang. Tetapi sebaliknya, otak dan pengalaman kita mengalami perkembangan yang tidak berhenti. Karenanya, nikmat Tuhan berupa akal pikiran ini selayaknya terus kita gunakan dengan sebaik-baiknya, agar bisa terus berfungsi walau umur terus menggerogoti kita. 

Salam Man Jadda Wajada

BAHAN BACAAN

Buku Man Jadda Wajada, Penerbit Gramedia, Halaman 63-72


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: