Oleh: akbarzainudin | April 22, 2010

Jahe Strawberry atau Capuccino?

 

Untung Santoso (Paling kiri) dan Darul Mahbar (Paling Kanan), Red Ginger

Untung Santoso (Paling kiri) dan Darul Mahbar (Paling Kanan), Red Ginger

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang dari dulu terkenal khasiatnya. Sebagai salah satu tanaman obat, jahe berguna untuk menghangatkan badan, menambah stamina, dan mencegah “masuk angin”

.

Kalau kita bicara jahe, kita bicara tentang rempah-rempah yang ada di pasar. Jahe dijual secara kiloan, dipasarkan dengan pola yang sama antara satu pedagang dengan pedagang yang lain. Jadilah jahe sebagai komoditas. Lalu apa keunggulan bersaingnya? Tidak lain dan tidak bukan adalah harga. Siapa yang termurah dialah yang akan unggul.

Bersaing dengan keunggulan harga merupakan cerita lama tentang bagaimana menjual barang komoditas. Dan bagi orang-orang yang kreatif, hal itu perlu diberikan nilai tambah lain sehingga bisa dijual dengan harga yang jauh lebih mahal. Itulah yang akhirnya mendorong mas Untung Nugroho dan kawan-kawan mendirikan Red Ginger Corner.

Red Ginger Corner adalah “warung”

minuman jahe olahan dengan berbagai varian rasa. Ada jahe rasa strawberry, cappuccino, kopi, teh, susu, dan banyak lagi varian lainnya. Di samping itu, minuman jahe di sini bisa diseduh baik dalam keadaan panas maupun dingin.

Menurut Wikipedia, Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperi Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.

Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:

Jahe gajah/jahe badak. Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning. Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Jahe merah. Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.

Nah, membuat nilai tambah inilah yang semestinya memang menjadi pemikiran bagi kita semua. Dengan memberi nilai tambah, maka persaingan dan keunggulan bersaing kita tidak sekedar memberikan harga murah bagi produk-produk kita, tetapi memberikan layanan produk yang berkualitas sehingga kita bisa menjualnya dengan harga lebih mahal.

Yang dibutuhkan untuk memberikan nilai tambah ini juga sudah tersedia dalam diri kita: yaitu akal pikiran kita. Tinggal kita memeras otak kita semaksimal dan sekreatif mungkin, merenung setiap hari, apa yang bisa kita berikan sebagai nilai tambah untuk produk kita, jasa yang kita berikan, dan juga termasuk diri kita, sehingga menjadi keunggulan bersaing dibandingkan dengan yang lain.

Menariknya, bahan baku berupa jahe bubuk yang sudah dikemas merupakan kerjasama sekaligus diversifikasi produk yang sebelumnya dibuat oleh produsen jahe kemasan yang diproduksi oleh sesama kawan di komunitas TDA Jakarta Barat, mas Darul Mahbar.

Selama ini, mas Darul Mahbar memproduksi jahe dan dikemas sebagai minuman serbuk untuk kemudian dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dengan Ginger Corner di mana mas Darul juga sebagai pendiri, akan membuka channel distribusi baru, sekaligus memberi nilai tambah untuk minuman jahe.

Jadi, mau coba Jahe Strawberry atau Jahe Capuccino? Atau mau coba jadi mitra waralaba bisnis Ginger Corner?

Salam Man Jadda Wajada.

DAFTAR BACAAN:

Buku Man Jadda Wajada, Penerbit Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: