Oleh: akbarzainudin | April 21, 2010

Nugget Jamur Mahasiswa IPB

Inilah Kelompok Pengusaha Mahasiswa IPB Semester 7-8

Jamur merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mengandung banyak manfaat, terutama antioxidant yang berguna untuk daya tahan tubuh dan juga memperlancar aliran darah. Sehingga dari zaman dahulu hingga sekarang, jamur banyak digunakan untuk berbagai produk kesehatan.

Salah satu yang menyulitkan penjualan jamur adalah jika dijual masih dalam bentuk jamur basah, maka ia tidak bisa bertahan lama, hanya bisa bertahan beberapa hari harus sudah dimasak. Kondisi ini yang membuat para petani jamur sering kesulitan dalam memasarkannya.

Pemerintahpun berupaya keras memanfaatkan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk membuat berbagai penelitian dan terobosan untuk pengembangan pemasaran berbagai komoditas agar mempunyai nilai tambah. Nilai tambah dalam bidang pemasaran ini bertujuan agar berbagai produk komoditas di Indonesia bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dan peluang itulah yang “ditangkap”

oleh kelompok peneliti Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Lewat program pengembangan penelitian mahaasiswa, mereka memanfaatkan dana penelitian itu untuk mengembangkan nugget yang terbuat dari bahan baku jamur.

Dipilihnya Nugget karena makanan ini cenderung praktis, mudah dibawa ke mana-mana, mudah dimasak, dan disukai banyak orang, terutama anak-anak. Dengan pengembangan nugget dari jamur ini diharapkan bisa memberikan alternatif makanan sehat, terutama buat anak-anak.

Setelah melalui penelitian yang mendalam dan setelah melakukan berbagai percobaan dan trial error yang cukup banyak, nugget jamur ini akhirnya bisa dibuat. Pertanyaan selanjutnya adalah, setelah produk ini jadi, lalu diapakan? Apakah sekedar menjadi laporan yang dibiarkan menumpuk di atas kertas?

Di sinilah ide bisnis kelompok mahasiswa ini datang. Mulailah mereka mengembangkan sistem distribusi melalui program kemitraan. Mereka yang membangun pabrik dan memproduksi nugget, dan mereka menggandeng mitra-mitra kerja untuk menjadi distributor. Cara menjadi distributorpun mudah, tinggal memberi deposit Rp 5 juta, distributor akan mendapatkan satu buah mesin pendingin dan produk-produk nugget yang siap jual. Jika ada dalam mesin pendingin, nugget ini bisa bertahan hingga satu bulan. Dan jika sudah habis, distributor tinggal memesan produk ini ke Bogor.

Saya melihat, beginilah sebenarnya proses kewirausahaan itu mestinya berlangsung. Adalah bagaimana hasil-hasil penelitian dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia ini bisa dijadikan peluang untuk mengembangkan usaha. Dengan demikian, terdapat hubungan dan kerjasama yang erat antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Di samping itu, keberanian mengembangkan bisnis kawan-kawan mahasiswa yang baru menginjak semester 7 ini mesti diacungi jempol. Hasil karya dan kerja keras mereka patut diapresiasi. Begitulah semestinya bangsa ini, lulus kuliah mestinya bisa menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekedar mencari-cari kerja. Selamat dan Sukses.

Salam Man Jadda Wajada.

BAHAN BACAAN
Buku Man Jadda Wajada, Penerbit Gramedia, Halaman 33-38.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: