Oleh: akbarzainudin | April 3, 2010

Kuliner Banyumasan: Ojolali.com, Tho?

Saat mengisi Pelatihan Man Jadda Wajada di STAIN Purwokerto, saya sempatkan untuk sekedar napak tilas kuliner khas dari Banyumas. Udah lama ngga makan makanan khas Banyumas, jadi terasa pengin. Kalau Anda berjalan-jalan ke sekitar Banyumas (Purwokerto, Cilacap), beberapa makanan khas di bawah ini tidak boleh dilupakan.

GETUK SOKARAJA

Getuk Sokaraja adalah makanan khas Banyumas, dan boleh dibilang salah satu yang tertua. Terbuat dari campuran beberapa macam bahan, utamanya ketela dan gula merah. Diaduk-aduk dengan merata, kemudian digoreng, jika disajikan dalam keadaan panas, ooo, sungguh nikmat.

GetukGoreng, Enak dimakan, bisa bertahan 3 hari.

Sejarahnya cukup lama, dimulai oleh H. Sanpingrad tahun 1918, beliau disebut-sebut sebagai penemu dari resep getuk goreng khas Sokaraja Banyumas ini. Diteruskan oleh keturunannya, H. Thohirin yang kemudian satu per satu mendirikan toko getuk dan oleh-oleh sepanjang jalan Sokaraja.

Toko Getuk Goreng ASLI H.Sanpingrad sejak 1918

Hingga kini, terdapat 10 toko Getuk Goreng ASLI H. Thohirin di sepanjang jalan tersebut. Jika ditanya, mana yang asli, mereka semua akan menjawab mereka semua ASLI, karena memang masih satu keluarga turun temurun mengembangkan getuk goreng ini.

Suasana Di Toko Getuk Goreng ASLI 1

SOTO SOKARAJA

Soto Sokaraja juga merupakan makanan khas Banyumas yang patut dicoba. Berbeda dengan soto lain, salah satu ciri khasnya adalah sambel yang terbuat dari kacang. Sambel kacang ini tidak terlalu pedas, sehingga walaupun kita membubuhkan banyak sambel kacang, tidak akan terasa terlalu pedas.

Soto Sokaraja: recommended soto.

Warung Soto yang terkenal ada dua terutama, Soto Kecik dan Soto Lama. Dua warung ini merupakan warung soto legendaris yang rasanya sudah terkenal. Jangan lupa untuk mampir ke salah satu di antara kedua warung ini yang letaknya bersebelahan.

Warung Soto LAMA, salah satu yang terenak di jl Sokaraja

TEMPE MENDOAN

Tempe mendoan merupakan tempe khas Banyumas yang sekarang ini sudah cukup banyak ditemui di tempat lain, terutama di Jabodetabek. Tempe ini berarti cukup banyak peminatnya di luar Banyumas, termasuk saya. Adalah tempe yang dibuat khusus memakai daun, diberi tepung dan digoreng SETENGAH MATANG. Nah, cara menggoreng setengah matang inilah satu kekhasan yang membuat lidah kita merasakan betapa empuknya tempe mendoan tersebut. Sambelnya bisa dengan sambel kacang atau sambel kecap dengan cabe. Atau bahkan, cukup ditemani cabe hijau setengah piring, TEMPE MENDOAN yang dihidangkan panas-panas, sungguh menggoda lidah dan rasa kita.

Mendoan; tempe digoreng setengah matang. Dimakan lg anget, enake

DAWET AYU BANYUMAS

Namanya aja Dawet Ayu, yang jual aki-aki hebat Man Jadda Wajada

Dari berbagai macam dawet atau cendol di Indonesia, Dawet Ayu Banyumas memiliki rasa yang kurang lebih sama dengan Dawet Ayu Banjarnegara. Berbeda dengan cendol Bandung yang besar-besar dan kenyal, dawet banjarnegara lebih empuk dan lebih kecil bentuknya. Ditambah dengan manisnya gula kelapa asli khas Banyumas, Dawet Ayu Banyumas tidak kalah enaknya dengan dawet-dawet lainnya.

Dawet Banyumas, ngga kalah sama dawet bandung atau dawet jabung

KERIPIK TEMPE

Keripik Tempe Banyumas terkenal karena keripik ini renyah dan gurih. Tempe diiris dengan sangat tipis, kemudian dberi tepung dan digoreng kering. Dengan ketepatan irisan dan ketipisan yang hampir seragam inilah, Keripik Tempe Banyumas layak menjadi teman nonton bola, nonton TV, ataupun buat lauk makan pengganti kerupuk.

Keripik Tempe: gurih dan renyah

Ojolali, mas dan mba. Kalau mampir ke wilayah Banyumas, nikmati berbagai makanan khas di atas. Selamat Mencoba…..

Salam Man Jadda Wajada


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: