Oleh: akbarzainudin | Februari 9, 2010

Butuh Kerja Keras menjadi Kupu-Kupu Sempurna

 

Butuh Kerja Keras Menjadi Kupu-Kupu Sempurna

Butuh Kerja Keras Menjadi Kupu-Kupu Sempurna

 

Masih cerita tentang kupu-kupu, saat kupu-kupu kecil itu ingin keluar dari kepompong, ternyata juga bukan perkara mudah. Ia harus melewati sebuah lubang kecil dengan tubuhnya yang jauh lebih besar dari lubang tersebut. Bersusah payah ia harus mengeluarkan segenap upaya dan tenaganya agar ia mampu keluar dari lubang kepompong yang kecil.

Setelah beberapa saat berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan diri dari lubang kecil tersebut, akhirnya pelan-pelan bisa juga kupu-kupu itu mengeluarkan badannya. Tenaganya terkuras untuk mengeluarkan diri, karena itulah ia terlihat lemas sebentar. Namun perlahan, setelah mengumpulkan tenaga yang dimilikinya, iapun mulai bisa terbang perlahan, semakin tinggi hingga akhirnya ia bisa terbang di udara. Jadilah ia kupu-kupu yang indah.

Pada suatu hari, seorang peneliti yang beberapa kali melihat kupu-kupu keluar dari kepompong, dengan niat baik yang dimilikinya, berusaha untuk memperbesar lubang yang ada di kepompong agar sang kupu-kupu dengan mudah bisa keluar dari kepompong. Berbeda dari teman-temannya yang kesusahan keluar, kupu-kupu yang sudah diperbesar lubang kepompongnya akhirnya dengan mudah keluar dari kepompong tanpa susah payah. Sang peneliti gembira sekali karena ia menganggap dirinya berhasil menolong sang kupu-kupu untuk bisa keluar lebih cepat. Setelah kupu-kupu itu keluar, ia berharap bahwa ia akan segera melihat kupu-kupu itu terbang.

Tetapi apa yang terjadi, setelah beberapa menit ia menunggu, kupu-kupu itu tidak juga bisa terbang. Ia tertatih-tatih melangkah di atas daun. Ia cacat seumur hidupnya. Akhirnya, peneliti itu sedih bukan kepalang, ternyata niat baik untuk menolong kupu-kupu itu mendatangkan penderitaan baginya. Karena ternyata, justru saat kupu-kupu itu keluar dari kepompong dengan susah payah itulah, saatnya buat kupu-kupu mengeluarkan segenap energi yang dimilikinya, melatih kekuatan sayap-sayapnya, agar saat ia keluar dari kepompong tersebut mampu untuk segera menggerakkan diri untuk terbang di udara.

Cerita tentang kupu-kupu yang keluar dari kepompong sungguh merupakan kiasan yang baik bahwa terkadang Tuhan memberikan masalah kepada kita adalah agar kita mampu menjadi orang yang tegar dalam kehidupan. Saat kita berani menghadapi berbagai masalah tersebut dan berhasil keluar darinya, maka kita akan berhasil menjadi orang-orang yang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Ada kata-kata yang bagus, yang dikirim kawan, yang saya juga tidak tahu sumber awalnya dari mana: “Kita meminta kekuatan, dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita jadi kuat. Kita meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberi kita masalah-masalah yang harus dipecahkan. Kita meminta kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan dan kekuatan untuk bekerja. Kita meminta Keberanian, dan Tuhan memberikan masalah untuk dihadapi. Kita meminta cinta dan Tuhan memberi kita orang-orang untuk kita bantu. Kita meminta pertolongan dan Tuhan memberi kita kesempatan”.

Karena itulah, jangan pernah takut untuk hidup. Siapa bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil.

Bahan Bacaan:

Buku Man Jadda Wajada, Penerbit Gramedia, Halaman 209-220


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: