Oleh: akbarzainudin | Februari 7, 2010

Ayo, Ubah Diri Kita

 

Dari Ulat Menjadi Kepompong

Dari Ulat Menjadi Kepompong

 

Seekor kupu-kupu, sebelum ia menjadi cantik untuk dilihat, sering tidak disadari hanyalah seekor ulat yang bagi sebagian orang menjijikkan. Tetapi perubahan setelah beberapa saat menjadi kepompong, menjadikan orang yang melihatnya melupakan kondisi sebelumnya saat ia menjadi ulat.

Menjadi kepompong adalah momentum perubahan yang harus dilalui dengan baik oleh seekor ulat untuk menjadi kupu-kupu. Selama beberapa waktu, ulat yang biasa makan dedaunan itu harus bertapa, tidak makan dan minum, dan hanya memanfaatkan sisa-sisa makanan yang ada dalam dirinya. 

Perubahan dari ulat menjadi kepompong kemudian berubah menjadi kupu-kupu adalah peristiwa alam yang memberi pelajaran berharga bagi kita, bangsa manusia. Bahwa untuk menjadi kupu-kupu yang cantik, kita perlu untuk terlebih dahulu membuat berbagai perubahan dalam diri kita, menjadi kepompong yang penuh keprihatinan, agar kita bisa menjadi “kupu-kupu” yang penuh keindahan.

Menjadi kepompong adalah sebuah momentum. Seseorang perlu membuat momentum perubahan dalam dirinya. Momentum itu, seperti sebuah “momentum magis” (magical moment), yang memberinya kekuatan untuk mengubah dirinya dari seseorang yang biasa-biasa aja, dari seseorang yang tidak mempunyai arah dan masa depan, dari seseorang yang malas-malasan, dari seseorang yang tidak punya ambisi, menjadi seseorang yang penuh semangat, orang yang penuh energi, orang yang penuh ambisi dan motivasi kuat untuk mencapai apa yang dicita-citakannya.

Saat seseorang mendapati dirinya tidak mempunyai arah atau ia kehilangan motivasi dan semangat hidupnya, seyogyanya ia segera mencari cara agar ia bisa mengubah dirinya secara cepat. Jangan sampai berputus asa, karena justru saat ia berputus asa, akan menjadikannya semakin terpuruk dan tidak bisa melepaskan diri dari masalah yang melilitnya.

Ada kawan saya, yang pada 4 tahun sebelumnya, saat saya bertemu, dalam keadaan putus asa, hidup tanpa arah dan masa depan. Kesadaran dan momentum perubahan terjadi saat ia bertemu dengan kawannya, bercerita tentang keadaannya. Kawannya memberikan semangat, memberikan sedikit nasehat agar ia segera bangkit. Seminggu kemudian ia bertemu dengan kawannya yang lain. Mereka berdiskusi bagaimana memulai usaha. Kata-kata sederhana dari kawannya memberikan kesan dan tekad kuat yang luar biasa untuk bangkit. Hingga akhirnya, setahun kemudian, ia mendapatkan penawaran untuk menjadi agen gas di wilayah sekitar tempat tinggalnya. Di situlah momentum perubahan itu terjadi. Tidak saja ia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan baik, tetapi peristiwa itu seperti menjadi batu loncatan untuk ia mengembangkan bisnisnya di bidang lain, seperti pengembangan warnet dan bisnis makanan dan minuman. Saat saya bertemu minggu kemarin, keadaan sudah jauh berubah. Hidupnya penuh dengan semangat baru dan impian-impian untuk mencapai masa depan yang lebih.

Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu

Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu

 

Karena itu, SAATNYA SEKARANG UNTUK BERUBAH. Tancapkan niat untuk mengubah diri kita, dari pribadi yang malas-malasan, menjadi pribadi yang penuh dengan energi dan kreativitas. Dari pribadi yang tidak punya arah, menjadi pribadi yang mempunyai target dan tujuan yang jelas. Dari pribadi yang membiarkan diri kita mengalir apa adanya, menjadi pribadi yang mengalirkan diri ke tempat yang kita inginkan. Saatnya menjadikan diri kita kepompong, prihatin dalam hidup, kerja keras, dan bersusah payah agar dalam beberapa waktu ke depan, kita bisa menjadi kupu-kupu yang cantik untuk dilihat.

Jika kita sedang terpuruk atau dalam kondisi putus asa, mulailah mencari momentum perubahan melalui berbagai cara: berdiskusi dengan orang-orang terdekat ataupun orang-orang yang kita percaya, membaca buku-buku motivasi, membaca buku-buku biografi orang-orang sukses dan terkenal, dan belajar dari orang-orang yang dianggap sukses di sekitar kita. Temukan MAGICAL MOMENT, momentum yang membuat diri kita berubah, dan jadilah KUPU-KUPU yang INDAH…

Semoga Anda Semua Sukses, Siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil.

Bahan Bacaan:

Buku MAN JADDA WAJADA, Penerbit Gramedia, Hal. 221-228


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: