Oleh: akbarzainudin | Januari 28, 2010

Biarkan Ia Berusaha Sendiri

Alkisah, sebelum menjadi kupu-kupu yang cantik, seekor ulat mesti memasuki fase-fase tersulit dalam hidupnya; menjadi kepompong. Hidup prihatin, menenangkan diri, dan berserah diri dengan keadaan sambil berdoa, mudah-mudahan tidak ada tangan-tangan jahil manusia yang mengambilnya sehingga ia harus mati dan tidak bisa mengubah dirinya dari ulat yang jelek menjadi kupu-kupu yang cantik.

Pada saat ingin keluar menjadi kupu-kupu, dari lubang yang sempit, ia harus mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya dengan sekuat tenaga agar ia mampu mengeluarkan diri. Proses mengeluarkan diri dari kepompong itu terlihat begitu sulit. Tubuhnya yang relatif lebih besar dibandingkan lubang yang ada menjadikannya harus bekerja sangat keras.

Belajar Tengkurap

Belajar Tengkurap

 

Suatu hari, seorang peneliti dengan kemurahan hatinya berusaha ingin menolong kupu-kupu itu agar keluar dari kepompongnya. Dibuatnyalah lubang yang lebih besar, sehingga dengan mudah kupu-kupu itu keluar. Tetapi apa yang terjadi? Kupu-kupu itu ternyata TIDAK BISA TERBANG. Ternyata, proses mengeluarkan diri dari kepompong itulah justru LATIHAN bagi kupu-kupu untuk mengerahkan seluruh otot dan tenaga yang dimilikinya sehingga bisa menjadi dasar untuk terbang.

Anakku Azha, 3 bulan, kemarin melewati satu fase dalam kehidupannya sebagai seorang manusia; BELAJAR TENGKURAP. Awalnya ia mengalami kesusahan yang luar biasa. Ia memiringkan badan, sekitar 10 menit berusaha sekuat tenaga membalikkan badannya yang gempal sambil menangis keras-keras.

Kita melihatnya dengan harap-harap cemas. Saya ingin berusaha menolongnya, tetapi ingat cerita kupu-kupu di atas, saya biarkan ia menangis terus. Dan anakku tidak berhenti berusaha, ia terus menggerak-gerakkan tubuhnya berusaha mengguling.

Mungkin ia kecapean, 5 menit berusaha, ia berhenti menangis. Seakan menahan nafas, mengumpulkan tenaga. Tetapi tergambar di wajahnya tekad yang luar biasa untuk bisa melewati fase itu dengan penuh kesungguhan.

Istirahat Sejenak. Ayo, Kamu Bisa!

Istirahat Sejenak. Ayo, Kamu Bisa!

 

Kami sekeluarga kemudian menyemangati dia lagi untuk meneruskan usahanya. Tangan sebelah kanannya masih terhimpit badannya yang besar sehingga menyulitkan dia untuk mengguling. Tetapi saya mengerti, usaha dan kerja kerasnya pasti akan membuahkan hasil. Dan dengan sekejap, ia mengerahkan lagi hampir keseluruhan usahanya untuk memastikan tangan kanannya bisa ia keluarkan dari himpitan tubuhnya.

Dua tiga kali usaha yang memerahkan mukanya, menghasilkan sebuah fase yang sangat penting dalam hidupnya: Tengkurap. Saya tidak berusaha membantunya, karena saya tahu, usahanya sendiri sangat penting agar membuatnya lebih kuat menghadapi tantangan hidup dan masa depan.

Kesungguhan yang Membawa Hasil

Kesungguhan yang Membawa Hasil

 

Dan saya yakin sekali, lewat kesungguhan dan kerja kerasnya, ia pasti berhasil melewatkan tantangannya. Terima kasih anakku, engkau telah memberi pelajaran sangat berharga buatku hari ini.

MAN JADDA WAJADA

Siapa Bersungguh-Sungguh, Pasti akan Berhasil



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: