Oleh: akbarzainudin | Januari 25, 2010

Memulai Usaha Tidak Harus Jadi Penemu

 

Alvia AlHadi, memulai usaha di usia 19 tahun

Alvia Alhadi, memulai usaha di usia 19 tahun

 

Untuk memulai usaha, tidak harus jadi penemu. Kalau kita mau berwirausaha mesti menemukan sesuatu yang benar-benar baru, maka ngga tahu kapan kita bisa jadi pengusaha. Tugas pengusaha adalah membuat berbagai ide dan penemuan produk dan jasa yang tersebar di sekitar kita agar bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. 

Ide-ide dan penemuan-penemuan baru banyak terdapat di ruang-ruang laboratorium, riset, dan di berbagai kepala banyak orang yang berada di sekitar kita. Pengusaha tidak mesti harus mencari sendiri ide-ide dan penemuan tersebut. Tinggal bagaimana memanfaatkan ide dan penemuan yang tersebar itu menjadi bisnis yang menguntungkan. 
Lembaga riset perguruan tinggi adalah salah satu sumber utama berbagai penelitian. Di samping itu, LIPI juga telah melakukan penelitian berbagai teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan pengusaha. Contohnya adalah tempe dalam kaleng, yang teknologinya sudah ditemukan LIPI, tinggal bagaimana para pengusaha memanfaatkan ide ini. 

Hal serupa juga dilakukan Alvia Alhadi, pemuda asal Kalimantan kelahiran 5 November 1989 yang juga menjadi salah satu peserta finalis Wirausaha Muda mandiri. Ia mengembangan obat herbal dalam kapsul yang bahannya berasal dari tanaman KELADI TIKUS. Tanaman Keladi Tikus diketahui mempunyai fungsi sebagai anti-oksidan dan bisa menyembuhkan kanker. 

Pengetahuan tentang khasiat tanaman keladi tikus ini bukan dia yang menemukan, tetapi dari seseorang yang dengan kegigihannya mampu mengobati sakit kanker anaknya melalui tanaman ini. Orang tersebut mengetahui khasiat tanaman ini dari berbagai buku-buku bacaan yang ia cari untuk mengobati anaknya. Pengobatan orang tersebut dilakukan secara tradisional dengan menumbuk tanaman dan meminumkannya kepada anaknya. 

Pohon Keladi Tikus, banyak tumbuh di Pekarangan Rumah

Pohon Keladi Tikus, banyak tumbuh di Pekarangan Rumah

 

Pertemuan dengan orang itulah yang menginspirasi Alvia Al-Hadi untuk membuat obat herbal berbahan keladi tikus di dalam kapsul. Mulailah ia mencari teknologi yang bisa mengolah tanaman dan meraciknya dalam dosis yang sesuai. Ia libatkan beberapa tenaga kesehatan agar produknya bisa dikonsumsi secara aman. 

Setelah itu, iapun mulai memikirkan bagaimana mengemas produknya, dan melakukan strategi pemasaran yang sesuai. Distribusi dilakukan dengan menggandeng banyak distributor sehingga memungkinkan produknya bisa sampai ke masyarakat secara cepat. 
Memulali usaha dari tahun 2006, saat usianya baru menginjak 19 tahun, dalam beberapa bulan pertama, memang produknya masih belum dikenal masyarakat masyarakat masih belum percaya dengan khasiat produknya. Tetapi lambat laun, perjalanan waktu membuat usahanya terus berkembang pesat hingga sekarang. Iapun masih membuka kesempatan bagi para distributor untuk bekerjasama memasarkan produknya di seluruh Indonesia. 

MAN JADDA WAJADA!
Siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: