Oleh: akbarzainudin | Januari 23, 2010

Jadi Pengusaha Bukan Lagi Monopoli Kaum Tua

 

Toni (kiri) bersama penulis. Modal Nekat

Toni (kiri) bersama penulis. Modal Nekat

 

Menjadi pengusaha bukan lagi monopoli kaum tua. Lihatlah di Jakarta Convention Center. Dalam dua hari ini, 22-23 Januari 2010 Bank Mandiri mengadakan pameran Wirausaha Mandiri, sebuah pameran yang menampilkan para pengusaha dari berbagai industri, termasuk juga wirausaha muda mandiri. Para wirausahawan muda ini bergerak dalam berbagai bidang yang mereka geluti, sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Salah satunya adalah Toni Hadi Putra. Anak muda kelahiran Tembilahan, 31 Januari 1979 ini adalah pemilik dari kelompok usaha Jamitra Inkaru. Produk utamanya adalah minuman bandrek dan bajigur yang memang terkenal sebagai minuman daerah Jawa Barat. Bermodal Rp 50 juta yang didapatkan dari berbagai pinjaman, mulailah usahanya pada tahun 2005. Saat saya bertanya, “dari mana tumbuh keberanian untuk memulai usaha?”, Toni menjawab ringan: “nekat, Pak”.

Keberanian yang berasal dari kenekatan itu ditekuninya terus menerus. Sebagai anak muda yang bersemangat, Toni tadinya berpikir bahwa segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Maka iapun mendesain sendiri kemasan bajigur dan bandrek yang ia pasarkan. Bandrek dan Bajigurpun dijual dengan kemasan sachet hasil desainnya sendiri. Tetapi dalam perkembangan di pasar, ternyata faktor desain menjadi sangat krusial dalam penyerapan pasar untuk kategori minuman sachet. Pernah terjadi, salah satu produknya dengan desain hasil karya sendiri ternyata tidak laku di pasar. Usut punya usut, faktor desain memegang peranan penting di mana desain hasil karyanya ternyata tidak disukai pasar.

Akhirnya, dengan bantuan seorang desainer, mulailah ia mengganti cetakan desain dengan layout yang lebih baik. Hasilnya mulai terlihat dengan semakin besarnya produk yang diserap pasar. Faktor desain kemasan ternyata menjadi salah satu faktor dominan bagi seorang pembeli.

Apa yang dilakukan Toni tidak saja berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga karyawanannya. Hingga saat ini, tidak kurang ia mempekerjakan 25 karyawan di berbagai divisi yang direkrutnya secara profesional. Usahanya berhasil membuka peluang kerja bagi mereka yang membutuhkan.

Dengan omzet Rp 2,17 Milyar pada tahun 2009, dan keuntungan Rp 350 juta, usaha Toni bisa dibilang terus mengalami kemajuan yang pesat dan berarti. Jika dahulu distribusinya hanya mencakup daerah Jawa Barat, sekarang ini mulai merambah daerah Pakan Baru. Dengan kejujuran, kerja keras, dan pantang menyerah, Toni menjadi salah satu contoh baik bagaimana kita mengelola kenekatan menjadi sebuah keberanian sikap untuk memulai usaha. Pada mulanya mungkin akan mengalami keraguan apakah usaha yang dirintis akan berhasil atau tidak, tetapi mestinya kita yakin, bahwa semua kesulitan akan menemukan jalan keluarnya sendiri.

MAN JADDA WAJADA! Siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: