Oleh: akbarzainudin | Januari 11, 2010

Jemput Keberuntungan Anda!

 

Birmingham vs MU (Foto: Detikcom)

Birmingham vs MU (Foto: Detikcom)

 

Ketika pertandingan antara Chelsea dengan Hull City yang seharusnya dilaksanakan Sabtu, 9 Januari 2010, ditunda karena cuaca buruk di Inggris, Manchester United (MU) yang berselisih dua poin dari Chelsea sebagai pucuk pimpinan klasemen sementara Liga Primer (Inggris) sebenarnya punya kans untuk mengambil alih pimpinan klasemen sementara. Sayang, pertandingan MU melawan Birmingham berakhir imbang 1-1 sehingga Chelsea masih kokoh di pucuk pimpinan klasemen. Sementara itu, peringkat ketiga Arsenal juga gagal merangsak ke posisi dua setelah nyaris kalah dari Everton sebelum Thomas Rosicky menyelamatkan Arsenal dari kekalahan dengan memasukkan gol bagi Arsenal pada menit ke 93. Pertandinganpun berakhir imbang, 2-2.

Hal yang mirip terjadi di La Liga Spanyol pada minggu sebelumnya. Saat Barcelona sebagai pimpinan klasemen sementara gagal memenangkan pertandingan, Real Madrid ternyata juga hanya bermain imbang. Akibatnya, Barcelona masih tetap kokoh di tahta klasemen sementara.

Manchester United, Arsenal, dan Real Madrid mungkin memang belum beruntung tidak memenangkan pertandingan. Tetapi ketidakberuntungan itu harus dicatat juga disebabkan oleh banyaknya pemain bintang mereka yang cedera sehingga tidak bisa menampilkan timnya dengan kekuatan penuh. Ketidakberuntungan itu tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi juga sejalan dengan kondisi dan kesiapan tim yang tidak maksimal. Kesempatan untuk menang menjadi lebih kecil dengan tidak adanya tim lengkap yang kuat.

Memang sangat sulit untuk memprediksi kapan dewi fortuna atau keberuntungan akan berpihak kepada kita. Tetapi pertanyaannya, sampai kapan kita menyerahkan nasib kita kepada keberuntungan?

Bagi saya, keberuntungan adalah saat kita menyiapkan diri dengan baik untuk menyambut segala kemungkinan yang terjadi. Saat sebuah kesempatan datang dan kita telah siap menyambutnya, itulah yang disebut sebagai keberuntungan.

Jadi, keberuntungan tidak datang begitu saja. Keberuntungan datang saat kita siap menyambut kedatangannya. Tugas kita adalah menjadikan diri kita siap untuk menyambut kedatangan sebuah keberuntungan. Jadikan diri kita pantas untuk mendapatkan keberuntungan tersebut.

Mungkin kita perlu berpikir dan merenung sejenak, betapa banyak sebenarnya kesempatan yang datang setiap hari kepada kita. Tetapi karena kita tidak siap ataupun tidak pantas mendapatkan kesempatan tersebut, maka kesempatan itu hanya lewat di depan kita.

Kita mungkin merasa bahwa ada beberapa pekerjaan yang harusnya bisa kita lakukan, tetapi kemudian pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh orang lain karena kita tidak memenuhi beberapa syarat untuk mengerjakannya. Atau, saat ada kesempatan beasiswa ke luar negeri, tetapi kita tidak bisa mengikutinya karena kita belum mempunyai nilai TOEFL yang memenuhi syarat.

Keberuntungan adalah saat kita menyiapkan diri secara sungguh-sungguh. Saat sebuah kesempatan datang, kita sudah siap menyambutnya dengan segera karena kita mampu menjalankannya dengan baik. Jadi, keberuntunganpun akan datang bukan dengan sendirinya, tetapi karena kita siap menerimanya.

Menyiapkan diri dalam hidup ini menjadi bagian penting yang harus dilakukan, karena kita tahu bahwa perjalanan masih panjang ke depan. “Man ‘arafa bu’dassafari ista’adda”, begitulah salah satu kata mutiara berbahasa Arab, yang berarti “Siapa yang menyadari bahwa perjalanan masih panjang, ia akan menyiapkan diri dengan baik”. Siapkan diri Anda, Jemput Keberuntungan Anda!.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: