Oleh: akbarzainudin | Januari 8, 2010

Dengarkan Dulu, Baru Minta Didengarkan..

Dengarkan dulu....

Dengarkan dulu...


Salah satu keterampilan paling sulit saat kita berkomunikasi dengan orang lain adalah keterampilan untuk mendengar terlebih dahulu apa yang dibicarakan orang, dan memahami terlebih dahulu apa yang dikatakan orang kepada kita. Seringnya, kita merasa sudah tahu apa yang dibicarakan orang, sehingga sebelum orang lain menyelesaikan apa yang dibicarakan terkadang kita sudah memotongnya kemudian.

Secara transparan, contoh nyata bagaimana terjadi perdebatan yang sama-sama tidak mau mendengar adalah yang terjadi di sidang Pansus Bank Century antara Bang Gayus Lumbun dengan Bang Ruhut Sitompul. Kedua orang ini sama-sama berbicara dengan microphone yang menyala, sama-sama saling membentak sehingga satu sama lain tidak tahu apa yang dibicarakan masing-masing karena sibuk ngomong sendiri dan tidak memberi waktu kepada dirinya untuk mendengarkan apa yang dibicarakan orang lain.

Model komunikasi semacam ini tidak akan pernah bisa menghasilkan pesan-pesan efektif yang sampai kepada orang yang kita komunikasikan. Masing-masing-masing orang merasa dirinyalah yang paling benar sehingga tidak memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk mengemukakan pendapatnya.

Belajar mendengarkan, sebagaimana disebutkan Stephen Covey, karenanya menjadi sangat penting. Salah satu cara belajar mendengarkan yang baik adalah belajar untuk tidak mengentikan omongan orang sebelum ia berhenti berbicara. Cobalah dengarkan apa yang diomongkan mulai dari awal hingga akhir sehingga kita bisa mendengarkan pendapatnya secara utuh. Jika kita sudah memotong pembicaraan sebelum omongannya selesai, maka bisa jadi kita tidak bisa memahami apa yang dibicarakan secara utuh.

Dampak lain kalau kita memotong pembicaraan, lawan bicara kita akan merasa tidak dihargai dan dihormati omongannya. Akibatnya, suasana dan komunikasi yang dibangun tidak lagi sehat dan seimbang. Kalau sudah begitu, maka komunikasi akan menjadi buntu dan permasalahan yang dibicarakanpun akan sulit menemukan jalan keluar yang memuaskan kedua belah pihak.

Belajar mendengarkan orang lain juga artinya mencoba memahami sikap lawan bicara kita dan ber-empati terhadap apa yang ingin disampaikan. Kita mencoba memahami bagaimana perasaan seseorang saat menyampaikan sesuatu. Dengan empati, ada kepekaan sosial dalam diri kita yang memberikan kenyamanan kepada kedua belah pihak dalam melakukan interaksi.

Belajar mendengar ini mungkin hal sepele, tetapi sering kita lupakan. Cobalah praktekkan ke pasangan anda (Sahabat, Pacar, Istri/Suami) mulai sekarang. Jangan memotong pembicaraan, cobalah mengerti apa yang sedang dirasakan oleh pasangan kita saat berbicara. Kemudian, lihatlah hasilnya beberapa saat kemudian, CERITAKAN PENGALAMAN ANDA DI SINI!


Responses

  1. ada satu pepatah barat yang selalu saya pakai dalam hidup adalah THE ONLY WAY TO ENTERTAIN SOME FOLKS IS TO LISTEN TO THEM. mari kita renungkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: