Oleh: akbarzainudin | Januari 7, 2010

Jangan Lupa Menyiram Bunga

Melihat orang yang setiap hari pekerjaannya menyiram bunga dan pepohonan dengan mobil tangki air besar di sekitar perumahan, saya jadi teringat kawan-kawan saya, bagian BASATINO; bagian pertamanan, yang kerjanya setiap hari juga menyiram berbagai tanaman dan pohon-pohon di sekitar asrama pondok.

Pernahkah kita berpikir bahwa buah Mangga yang super dihasilkan dari sebuah perawatan yang panjang, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, hingga pemetikan yang baik? Pernahkah kita berpikir bahwa bunga yang mekar sempurna adalah hasil dari perawatan yang terus menerus, dengan kecintaan tanpa henti?

Sama dengan bunga-bunga dan pohon-pohon di taman, begitu juga dengan pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki. Pernahkah kita berpikir bahwa kalau pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki tidak kita pupuk dan kita siram, suatu saat bisa hilang dari diri kita?

Suatu hari, seorang kawan mengeluh kepada saya bahwa keterampilan Berbahasa Arab yang dia dahulu menguasai lambat laun mulai hilang seiring dengan bertambahnya waktu. Dahulu dia menguasai keterampilan tersebut karena dipraktekkan setiap hari di dalam asrama. Tetapi setelah keluar dari sana dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, yang terjadi adalah tidak ada komunitas yang bisa menjaga agar kualitas berbahasa Arab yang dimilikinya bisa tetap baik.

Bisa dipastikan, semakin hari keterampilan itupun tidak pernah bisa bertambah baik, bahkan mungkin semakin hari semakin menghilang. Hingga lambat laun, tanpa disadari kita telah kehilangan keterampilan tersebut. Kita kehilangan sebuah potensi besar yang kita miliki. Karena itulah, seperti pohon-pohon dan bunga di taman dan halaman rumah, keterampilan kita perlu untuk secara terus menerus disiram, dirawat, dan dipupuk agar bisa menghasilkan buah dan bunga yang enak dipandang. Syukur-syukur bila bunga dan buah yang kita rawat tersebut bisa kita jual sehingga menambah penghasilan yang kita miliki.

Dan keterampilan itu tidak ditentukan apakah kita pandai, mempunyai IQ yang tinggi atau rendah. Semakin lama kita melatih keterampilan tersebut, maka keterampilan tersebut akan semakin baik. Dan jika kita tidak melatih keterampilan tersebut, maka lambat laun akan semakin hilang.

Bagaimana cara menjaganya? Ya, tidak ada cara lain kecuali berlatih dan mempraktekkan terus menerus apa yang kita miliki. David Beckham setiap hari berjam-jam berlatih menembak dari bola-bola mati, walaupun hal itu sudah menjadi keterampilan yang bisa dibilang sangat dikuasainya, demikian juga Christiano Ronaldo. Agnes Monica berlatih di Gym setiap hari berjam-jam untuk menjaga staminanya saat bernyanyi. Semua orang mempersiapkan diri dengan LATIHAN dan LATIHAN terus menerus tanpa henti. Bagaimana dengan KITA?

Ayo Bangkit: MAN JADDA WAJADA!.


Responses

  1. Subhanallah….syukran dah teringatkan…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: