Oleh: akbarzainudin | Desember 25, 2009

Belajar dari Banyak Kesulitan

 

Ujian Untuk Masa Depan

 

“Horee, ujian UAS-ku hari ini selesai…..” Begitu celoteh anak saya begitu selesai Ujian Akhir Semester yang harus dijalaninya selama seminggu. Dalam kurun dua minggu belakangan, memang suasana ujian membuat semuanya berjalan lebih serius. Mereka mesti mengurangi waktu untuk bermain dan menonton TV, memperbanyak baca buku dan latihan-latihan soal untuk menghadapi UAS. Karena itu, begitu UAS selesai, mereka begitu senangnya.

Dalam setiap fase kehidupan, kita selalu mengalami hal yang kurang lebih mirip, menghadapi berbagai ujian. Ujian diperlukan untuk melihat dan mengevaluasi apakah belajar kita sudah memberikan hasil maksimal atau belum. Jika kita berhasil melewati ujian tersebut, maka kita dinyatakan lulus atau naik kelas. Dan yang menarik, kenaikan kelas atau kelulusan bukan berarti kita mendapatkan hal yang lebih mudah. Sebaliknya, kenaikan kelas dan kelulusan itu adalah awal dari kita belajar lagi hal-hal yang lebih sulit untuk kemudian mendapatkan ujian yang lebih sulit juga. 

Sekolah merupakan salah satu proses pembelajaran yang baik buat kehidupan. Dalam setiap fase kehidupan, kita menghadapi berbagai tantangan dan ujian. Dalam setiap fase ujian tersebut kita akan melihat apakah proses pembelajaran selama ini bisa berhasil atau tidak. Jika kita bisa melewati masa-masa ujian itu dengan baik, maka kita akan naik ke kelas yang lebih tinggi. Namun itu tidak berarti akan menjadi lebih mudah, di kelas yang lebih tinggi akan jauh lebih sulit ujian yang harus dilewati. 

Saat kita bekerja dalam posisi staf misalnya, berbagai ujian harus kita lewati, mulai dari banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, terkadang harus sampai lembur tetapi bayarannya kurang, atasan yang tidak koperatif dan komunikatif, hasil kerja yang kurang dihargai, dan berbagai hal lain yang dirasa mungkin tidak mengenakkan. Tetapi kita harus melewati masa-masa itu karena memang di situlah kita ditempa untuk menjadi pekerja yang lebih tangguh. 

Kita ditempa dengan berbagai tekanan kerja yang ada apakah mampu untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut sebaik-baiknya. Jika kita kemudian dengan berbagai tantangan tersebut kalah, sering mengeluh, dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tentu saja akan sulit bagi kita untuk bisa naik kelas ke jenjang lebih tinggi. Hal terpenting bagi kita adalah bagaimana kita menghadapi persoalan dan tantangan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan segala kesungguhan dan potensi yang kita miliki agar kita siap untuk bisa naik kelas. 

Karena bagaimanapun, untuk bisa naik kelas menjadi supervisor atau manager, tantangan yang kita hadapi akan jauh lebih sulit dibandingkan sekarang. Seperti pepatah tentang sebuah pohon, semakin tinggi menjulang, semakin deras angin yang akan menerpa. Semakin tinggi kedudukan yang kita miliki, akan semakin banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah mental dan sikap kita, karena itulah mesti dibentuk dari sekarang. 

Sebuah keramik terbentuk menjadi keramik yang indah dan mahal karena dia ditempa oleh panas yang tinggi, ditekan dalam tekanan yang besar, dipukul-pukul, dipahat, dicat, dan dibentuk selama kurun waktu tertentu. Onggokan tanah itu, jika tidak mau dibentuk dan hanya mau enak-enakan, hanya akan menjadi onggokan tanah, tidak pernah akan bisa menjadi keramik. Sama dengan diri kita sendiri, jika hanya ingin enak-enakan, tidak mau menghadapi tantangan kehidupan yang keras, tidak mau belajar dari kesalahan, tidak berani menghadapi kegagalan, maka hidup kita tidak akan pernah naik kelas yang lebih tinggi. 

Seekor ikan yang hidup di air yang deras akan jauh lebih kuat dan besar dibandingkan ikan yang hidup dalam kolam yang tidak mengalir. Berbagai kesulitan hidup akan menempa kita menjadi pribadi dengan mental yang jauh lebih kuat. Permasalahannya tinggal apakah kita mau dan mampu belajar dari berbagai tantangan dan kesulitan yang kita hadapi. 

Sebenarnya, kesulitan dan tantangan hidup adalah cara terbaik bagi kita untuk meningkatkan diri. Kuncinya adalah bagaimana kita mau berpikir dan bekerja keras mencari solusi dari permasalahan yang ada. Dengan selalu berpikir kreatif, maka kita akan menemukan berbagai alternatif penyelesaian yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Selanjutnya adalah mau bekerja keras mencari berbagai solusi tersebut. Tidak ada satupun di dunia ini permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya. Tinggal kita bagaimana berpikir dan bekerja keras mencarinya. 

Semakin serius kita pikirkan dan kita kerjakan, maka jalan keluar dari setiap permasalahan akan segera kita selesaikan. Masalahnya,  yang sering terjadi, permasalahan itu kita pikirkan terus menerus, tetapi selesai cuma dipikirkan saja dan tidak dikerjakan. Akibatnya, semakin hari semakin banyak permasalahan yang harusnya kita bisa selesaikan, hanya berhenti di pikiran. Beban itu akhirnya semakin berat dan semakin rumit. Di situlah, kemampuan kita mengurai setiap permasalahan menjadi penting. Dengan mengurai satu persatu permasalahan yang ada, diselesaikan dengan baik, maka akan bisa meringankan beban pikiran kita. 

Jangan menunggu untuk menyelesaikan segera masalah yang kita hadapi, agar tidak menjadi besar. Jika kita mengakhirkan hari ini, percayalah, besok juga masalah tersebut harus diselesaikan. Karena itu, semakin cepat sebuah masalah terselesaikan akan semakin baik buat kita karena beban hidup kita akan menjadi jauh lebih ringan. Jika manajemen masalah ini bisa kita lakukan dengan baik, akan memudahkan kita untuk menghadapi tantangan ke depan yang jauh lebih besar. Toh kita akan mengalaminya bukan? Jika kita berani bermimpi untuk menjadi orang yang lebih sukses, kita juga mesti berani menghadapi tantangan yang lebih besar. Jika tidak berani? ya, tinggal kelas, dong……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: