Oleh: akbarzainudin | Desember 23, 2009

Gaya Hidup Versus Produktivitas

 

Genggam Dunia dengan Internet

Genggam Dunia dengan Internet

Survey Nokia-Siemens Network yang dipaparkan Market Intelligence tentang penggunaan internet (terutama pita lebar) di Indonesia, mempunyai sisi menarik yang perlu disimak. Ternyata, sebagian besar penggunaan internet masih dilakukan untuk keperluan pribadi, seperti Facebook dan Twitter. Penggunaan internet lebih mengarah kepada gaya hidup, demikian seperti diberitakan Kompas.

Menariknya lagi, kebanyakan pengguna di Indonesia menggunakan internet di mana saja berada, dengan menggunakan fasilitas di dalam HandPhone. Karena itulah, menjadi fenomena unik di mana di Indonesia, Blackberry menjadi raja di kategori SmartPhone. Dan di kelas yang menengah dan bawah, berbagai ponsel qwerty ala Blackberry bermunculan di pasar, demi untuk mengejar gaya hidup tadi. 

Sebenarnya apa sih gaya hidup itu? Gaya hidup itu sederhananya adalah cara orang menghabiskan waktu dan uang. Bagaimana ia menghabiskan penghasilannya setiap bulan dan menggunakan waktunya, itulah gaya hidup. Facebook-an dan twitter-an, chatting setiap hari, menghabiskan waktu berjam-jam dan menghabiskan pulsa ribuan rupiah, itulah yang disebut sebagai gaya hidup. 

Gaya hidup itu adalah pengeluaran. Semakin tinggi gaya hidup seseorang, semakin banyak pengeluaran yang harus dilakukan. Jika gaya hidup itu dilakukan tanpa memperhitungkan pendapatan, maka kita akan “ditelan” oleh gaya hidup kita sendiri. Contoh sederhana adalah facebook tadi. Jika kita terus menerus online, chatting, dan main telepon tanpa memperhatikan pemasukan, maka lambat laun pulsa kita tidak bisa kita isi lagi. Contoh lain, jika kita setiap hari makan di cafe yang mahal-mahal, tanpa memperhitungkan pemasukan, maka lambat laun akan menguras keseluruhan dompet kita. 

Karena itu, gaya hidup, termasuk pemakaian internet, harus menunjang produktivitas kerja kita. Tidak ada yang melarang kita untuk membuka Facebook, Twitter, melakukan Chatting, Browsing, dan lain-lain. Satu hal yang mesti diperhitungkan adalah seberapa banyak hal tersebut meningkatkan produktivitas kerja yang kita miliki. Jangan sampai kita terlena berlama-lama di depan komputer, seakan-akan kita kerja secara produktif, tetapi nyatanya seharian hanya main Facebook dan Chatting doang. 

Apa yang dinilai dari produktivitas? Tentu saja hasilnya. Apa hasil dari kita chatting dan browsing? Apa hasil dari kita membuka Facebook dan Twitter. Semuanya tergantung kita sendiri bagaimana memaknai. Jangan sampai kita terjebak pada suatu rutinitas berinternet yang sekedar menjadi gaya hidup, sekedar membuang uang. Tetapi bagaimana interaksi, sosialisasi, blog, social media membuat kita semakin produktif, semakin banyak teman, dan semakin banyak karya yang kita telurkan. 

Have a nice browsing, surfing, and chatting.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: