Oleh: akbarzainudin | Maret 6, 2008

Positif Saja-lah!

Cara paling mudah untuk membangun kepribadian yang baik dimulai dari usaha maksimal seseorang untuk bagaimana selalu berpikir positif terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Cara orang memberi respon terhadap kejadian sekitarnya yang menentukan seseorang akan merasa “bahagia” atau “tertekan”.

Jika ia merespons kejadian di lingkungan sekitarnya dengan pikiran yang negatif, maka hal itu akan mempengaruhi pikiran dan perasaannya sehingga akan menjadi beban dalam hidupnya. Beban ini kadang bisa ditanggung, dan kadang tidak bisa ditanggung oleh yang bersangkutan. Jika beban ini menjadi terlalu berat, maka secara biologis bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai stress yang ringan hingga stroke yang bisa mematikan.

Setiap orang di dunia ini selalu mempunyai permasalahan. Karena di situlah manusia diuji dengan sesungguhnya pada bagaimana mereka mengelola permasalahan tersebut. Jika manusia mampu mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan hidupnya, maka kemampuan dan keterampilan hidupnya akan terus meningkat. Peningkatan kemampuan dan keterampilan hidup inilah yang akan menjadi faktor penting bagi peningkatan kualitas hidupnya. Artinya, setiap persoalan adalah ujian, manusia akan ditingkatkan derajatnya jika mampu menghadapi persoalan tersebut.

Berpikir positif akan membuat permasalahan hidup tidak menjadi beban yang berat. Berpikir positif akan membuat orang mampu mengurai satu per satu permasalahan tersebut sehingga beban-beban yang ada bisa diselesaikan. Karena itu, tidak ada cara lain untuk meningkatkan kualitas hidup manusia kecuali memulainya dengan berpikir positif.

Untuk bisa berpikir positif, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya adalah:

Pertama, kenalilah semua fakta yang terjadi berdasarkan data-data yang ada. Jangan pernah berasumsi terhadap sesuatu sebelum ada bukti-bukti nyata. Biasanya, salah satu faktor utama timbulnya pikiran negatif adalah karena kita mengasumsikan sesuatu sesuai dengan pikiran kita, padahal belum tentu hal itu sesuai dengan apa yang terjadi.

Contohnya, ketika pasangan kita pulang malam misalnya, tentu banyak hal yang mungkin terjadi. Bisa jadi ia sedang mengerjakan pekerjaan kantor karena belum selesai, bisa jadi sedang meeting dengan klien, dan lain-lain. Tetapi jika kita sudah terlebih dahulu berasumsi, apalagi dengan asumsi yang negatif, maka itu menjadi awal dari sebuah bencana.

Karena, biasanya asumsi-asumsi yang belum tentu benar itulah yang menjadi dasar kita dalam mengambil keputusan. Dan ketika itu terjadi, maka kita akan sulit menerima kebenaran-kebenaran karena pikiran dan otak kita sudah tertutupi oleh kesimpulan yang sejatinya belum tentu benar karena didasarkan atas berbagai asumsi yang kita bikin sendiri. Karena itu, hati-hatilah dalam berasumsi terhadap sesuatu.

Kedua, kenali risiko dari permasalahan yang ada. Setelah memahami berbagai fakta dan bukti-bukti yang ada, langkah kedua adalah mengenali berbagai risiko yang mungkin timbul jika kita ingin mengambil suatu keputusan. Dengan mengenali risiko yang ada, memungkinkan seseorang untuk bersiap-siap terhadap apapun yang akan terjadi. Kesiapan inilah yang membuat kita selalu berpikir positif terhadap apapun permasalahan yang terjadi.

Ketiga, kalau ada masalah, segera ambil keputusan dan jangan ditunda. Menunda persoalan adalah awal dari timbulnya persoalan lain. Semakin menumpuk persoalan akan semakin sulit bagi seseorang dalam mengurai persoalan tersebut. Hal itu terjadi karena tumpukan masalah akan terlihat seperti benang kusut yang tidak tahu harus dari mana mengurainya. Padahal, jika persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak ditunda, maka beban penyelesaiannya akan menjadi lebih ringan.

Keempat, setelah kita berani mengambil suatu keputusan, hadapilah segala risiko yang mungkin timbul. Biasanya, sebelum keputusan diambil, kita mengalami ketakutan-ketakutan terlebih dahulu terhadap risiko yang harus dihadapi. Padahal, ketakutan-ketakutan ini biasanya sering terasa berlebihan. Karena pada saat keputusan diambil, bisa jadi konsekuensinya tidak seberat dari apa yang dibayangkan.

Dengan memahami berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar, orang akan siap untuk menghadapi berbagai persoalan sehingga memugkinkan repons terhadap lingkungannya menjadi lebih positif.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: