Oleh: akbarzainudin | Maret 6, 2008

Cinta Mati

Raul-Totti: Dedikasi, Kerja Keras, dan Cinta

Melihat cara bermain Raul Gonzales pada kualifikasi Liga Champion saat Real Madrid menjamu Werder Bremen Rabu, 19 September 2007, rasanya pantas ia mendapatkan standing ovation yang begitu bergemuruh dari penonton yang hadir di Santiago Bernabeu, markas Real. Selain mencetak gol pertama, ia juga memberikan assist penting kepada Ruud Van Nistelroy untuk mengantarkan Madrid menang 2-1 atas wakil Jerman tersebut.

Ya, Raul telah kembali menjadi idola Madrid sebagaimana yang terjadi sebelum era Fabio Capello masuk menjadi pelatih. Pada saat Capello masuk, Raul memang sering lebih banyak dibangkucadangkan dan tidak memperoleh kesempatan yang memadai untuk menunjukkan penampilannya. Baru di akhir kepelatihan Capello, Raul kembali menunjukkan kemampuannya di lini depan, sehingga kembali menjadi pilihan utama bagi Capello.

Keadaan itu berlanjut pada saat El-Real memecat Don Capello dan menggantikannya dengan Bern Schuster, pelatih berkebangsaan Jerman yang sebelumnya cukup sukses melatih Getafe. Bersama Ruud Van Nistelroy, Raul kembali menjadi tombak kembar yang diandalkan Madrid.

Dan Kamis dini hari tadi, 6 Maret 2008, Raul kembali menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. Walaupun kalah dari AS Roma, Raul menunjukkan semangat tinggi bagi rekan-rekannya agar tidak menyerah. Ia menciptakan gol bagi Madrid, walaupun itu tidak menolong karena pasukan srigala Roma yang dipimpin Totti menghadiahkan mimpi buruk bagi publik bernabeu dengan memberi dua gol balasan dan sekaligus mempermalukan madrid di depan publiknya sendiri.

Ya, Totti, si pangeran Roma itu berhasil memimpin rekan-rekannya untuk tidak takut menghadapi nama besar Madrid yang dipenuhi pemain-pemain bintang, sehingga mereka dijuluki elGalacticos, pemain-pemain dari galaksi lain. Pelatih Luciano Spalleti berhasil meramu pasukannya yang dipimpin oleh sang pangeran dengan gagah perkasa. Roma akhirnya 2 kali membungkam Madrid dengan skor sama 2-1, baik saat main di kandang di Olympico maupun saat bermain tandang. Liga Champion lagi-lagi menghadirkan tragedi, ketika Madrid kalah sehari setelah anak-anak muda Arsenal mengalahkan juara bertahan Milan, juga di kandangnya sendiri.

Dedikasi dan Loyalitas

Raul dan Totti adalah lambang dedikasi dan loyalitas. Dedikasi dan loyalitas Raul tidak perlu diragukan lagi. Raul dan Real adalah dua nama yang sulit dipisahkan sampai sekarang. Tidak bisa dipungkiri, sebagaimana manusia pada umumnya, Raul juga pernah mengalami masa-masa sulit saat performanya mulai menurun sehingga ia harus banyak duduk di bangku cadangan. Tetapi dedikasi dan loyalitas yang dimilikinya menjadikannya terus berlatih dan bekerja keras hingga kembali mendapatkan tempat utama.

Jangan tanyakan lagi dedikasi dan loyalitas Totti untuk Roma. Bahkan sangat jarang pemain yang tidak mau dipanggil untuk bermain dalam tim nasional demi untuk kepentingan klubnya. Dedikasi dan loyalitas itulah yang menyebabkannya dipuja setengah mati oleh para penggemarnya.

Cinta mati adalah kata yang tepat melukiskan bagaimana hubungan antara klub dengan pemain ini. Dan cinta memang menunjukkan tajinya, di mana ia bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi hidup yang luar biasa besar. Kelelahan yang mendera karena terus menerus bermain menjadi sirna saat berhadapan dengan para penggemarnya di sekitar lapangan. Cinta menjelma menjadi kekuatan maha dahsyat yang terkadang melampaui hitung-hitungan matematis di atas kertas.

Cinta memberi ekstra tenaga dan kemampuan. Cinta pula yang membuat orang biasa menjadi luar biasa. Cinta adalah sebuah inspirasi dan motivasi hidup. Rugilah sebesar-besarnya orang yang tidak mempunyai cinta.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: