Buku Man Jadda Wajada

 

Cover Buku Man Jadda Wajada

Cover Buku Man Jadda Wajada

Rangkaian kata mempunyai kekuatan dahsyat dalam membentuk kehidupan, apalagi bila disertai strategi praktisnya. Man Jadda Wajada, siapa serius pasti sukses, adalah salah satunya, dan buku ini menjabarkan prinsip umum maupun strategi praktisnya. 

Ribuan orang telah menjiwai semangat dari rangkaian kata-kata sederhana ini. Banyak insan yang menjadi sukses mulia karenanya. Mereka tahu, sukses adalah pilihan, bukan kebetulan, dan buku ini akan memandu Anda meraihnya.

NANTIKAN DI TOKO BUKU ANDA, 15 JANUARI 2010.

 

Untaian kata-kata bisa memiliki kekuatan dahsyat yang mampu mempengaruhi seseorang dalam menjalankan hidupnya. Kata-kata bisa membuat seseorang bersemangat, optimis, dan menjalani hidup dengan penuh harapan akan masa depan. Tetapi, bisa juga menjerumuskan orang menjadi loyo dan tidak bergairah menghadapi hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi seseorang sering mengalami pasang surut. Di kala motivasinya sedang tinggi, ia akan sangat bergairah dan bersemangat dalam menghadapi hidup. Tetapi di kala motivasinya sedang turun, seseorang membutuhkan sesuatu yang mampu memompa semangatnya untuk kembali pulih. Di sinilah, kata-kata, yang membentuk sebagai untaian kalimat mutiara menemukan perannya untuk membangkitkan motivasi dan semangat hidup seseorang.

Pentingnya kata-kata mutiara ini telah disadari oleh berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan. Karena itulah, kata-kata mutiara diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di pesantren-pesantren, salah satunya di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, tempat di mana penulis menimba ilmu saat masih sekolah setingkat SMP-SMA, peran sebuah kata-kata ini menjadi penting karena diajarkan sejak awal masuk pada tahun pertama. Para santri diajarkan kata-kata mutiara berbahasa Arab yang diambilkan dari berbagai sumber dalam sebuah mata pelajaran yang disebut sebagai “Mahfudzat”.

Pelajaran Mahfudzat berisi kata-kata mutiara yang membangun etos dan akhlak yang bisa menjadi dasar dan sandaran bagi masa depan seseorang. Dan terbukti memang, kata-kata ini banyak menginspirasi lulusannya dalam mengarungi kehidupan setelah lulus dari pesantren.

Karena itulah, untuk bisa membangun semangat, seseorang membutuhkan kata-kata, entah dari mana ia dapatkan yang bisa menjadi sebuah prinsip dan pegangan hidup. Kata-kata yang menjadi prinsip dan pegangan hidup itu bisa menjadikan cambuk dan semangat di kehidupan sehari-hari.

Buku ini mencoba membangun intisari dari kata-kata mutiara Arab tersebut yang diletakkan pada konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan kata-kata mutiara tersebut mendapatkan konteks yang bermanfaat.

Penulis membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian besar. Bagian pertama adalah mengenai bagaimana mengubah cara pandang tentang kehidupan agar selalu berada pada pikiran yang positif. Bagian ini menjadi penting mengingat salah satu faktor utama kesuksesan seseorang sangat tergantung dari cara berpikirnya. Pikiran yang mengarahkan bagaimana seseorang bersikap dan menghadapi masa depan, bahkan kebahagiaan seseorang juga tergantung dari bagaimana seseorang mengelola pikirannya.

Agar kehidupan lebih terarah, orang memerlukan adanya mimpi-mimpi tentang masa depan. Tidak sekedar bermimpi, tetapi bagaimana mimpi-mimpi itu diwujudkan dalam target-target dan rencana hidup yang lebih terukur. Adanya target dan rencana hidup ini akan membuat kehidupan seseorang berjalan pada garis kehidupan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini diperlukan untuk menghindari perjalanan hidup tanpa arah, orientasi dan tujuan yang tidak jelas.

Pada akhirnya, hidup adalah sebuah pengabdian. Hidup terbaik seseorang adalah saat ia bermanfaat bagi orang lain. Dengan misi semacam ini, hidup tidak lagi mengejar kepentingan pribadi dan kepentingan sesaat, tetapi bagaimana agar kehidupan kita lebih bermanfaat untuk kepentingan orang banyak.

Bagian kedua adalah bagaimana seseorang mengembangkan potensi yang dimilikinya. Terkadang orang tidak mengetahui atau bahkan tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat potensi besar yang siap dikembangkan. Saatnya merenung dan menemukan potensi apa yang bisa terus kita kembangkan dalam hidup ini sehingga bisa membawa kita pada kesuksesan yang mungkin tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Pada bagian ketiga, buku ini menekankan bahwa mimpi dan cita-cita yang kita tetapkan tidak akan pernah kita dapatkan jika kita berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Mimpi hanya akan menjadi angan-angan. Orang memerlukan rencana bagaimana ia bertindak dan bekerja dalam mencapai mimpi-mimpinya.

Perencanaan hidup yang baik akan menghindarkan seseorang dari kebingungan hari ini harus berbuat apa. Rencana hidup yang baik juga akan membangun konsistensi dan kesabaran yang harus dijalani seseorang. Dengan disiplin, kerja keras, konsistensi, dan kesabaran, maka semua kemungkinan dari apa yang kita cita-citakan sangat mungkin terjadi.

Banyak orang memiliki mimpi, mungkin bermimpi melakukan hal yang sama dengan orang lain. Tetapi yang membedakan seseorang dengan orang lain adalah cara orang berbuat dan berusaha agar mimpi tersebut menjadi kenyataan. Tidak ada cara lain mencapai apa yang kita cita-citakan kecuali kerja keras dengan rencana dan tahapan yang rapih. Dengan demikian, hidup kita akan jauh lebih bersemangat, tidak lagi bermalas-malasan, dan penuh kesungguhan dalam mencapai apa yang kita cita-citakan.

Responses

  1. Membangun pesantren ternyata tidak mesti berarti fisik. Ia dapat juga dilakukan secara non fisik atau maya. Buku ini memberi contoh cara mengajak orang masuk dunia pesantren secara non fisik, atau malah metafisik. Sebuah elaborasi semangat Man Jadda Wajada yang pertama kali diperkenalkan Fuadi dalam Negeri Lima Menara.

    • Terima kasih, doakan bisa berjalan dengan baik. Mohon dukungan dan bantuannya untuk bisa mendistribusikan buku-buku ini ke masyarakat.

  2. menurut sy, kekuatan perubahan itu bkn terletak pd kata2 tp justru pd tindakan dan ketauladanan! Mudah2an sukses pelatihannya, dn tdk terjebak pd promo tour jualan bk semata! SALAM.

    • Terima kasih, ya. Doakan bisa bermanfaat.

  3. motipasi yang dibangun sendaklah selalu bersumber pada kuasa Allah sebagai kholik yang ikut bermain dalam perjalanan hidup hambanya didunia pana ini.
    good luck

    • Betul sekali. Motif untuk mengabdi sebagai Hamba Allah itu merupakan sumber motivasi yang tidak ada duanya, sulit dikalahkan oleh berbagai kesulitan sekalipun. Thanks.

  4. Selamat Bar atas terbitnya buku ente. Aku bangga sekali atas capaianmu itu. Semoga sukses ya… :)

    • Makasih, Vizon yang baik. Dukungan ente sangat membuatku tersanjung.

  5. Saya pernah bercita-cita untuk menulis buku seperti ini,,memiliki saudara yang menulis buku seperti ini membuat saya bangga,,namun kadang sebuah buku terasa indah ketika dibaca namun sangat sulit untuk di aplikasikan,,atau apa saya yang kurang cerdas untuk menjadi seperti yang ditulis oleh buku2 motivasi yang saya baca ya,,mohon pencerahan,,saya sekeluarga mungkin pindah ke jakarta awal Februari nanti om,,

    • Ada dua hal berbeda antara keinginan dan perbuatan. Banyak orang ingin, tetapi mungkin sedikit orang yang berbuat. Lebih baik sebenarnya ngga usah banyak keinginan tapi banyak berbuat. Ngga usah ingin membaca buku ini, langsung aja beli, dan mulailah sedikit demi sedikit melakukan apa yang ada di dalamnya. Itu jauh lebih bermanfaat daripada cuma berkeinginan memilikinya, hehehe….. Sukses selalu, ya…

  6. [...] Buku Man Jadda Wajada [...]

  7. makasih atas nasehatnya,,ntar belinya di jakarta aja deh,,langsung ama yang nulisnya,,salam buat keluarga,,,

  8. salam kenal, apakah buku ini mirip seperti Negeri 5 Menara atau buku motivasi ???
    jadi penasaran untuk membacanya … :D

    • Makasih, mba Susan. Saya dengan A. Fuadi memang teman baik, sejak kami di Pesantren. Mendapatkan pendidikan yang sama, termasuk kata-kata mutiara bahasa Arab yang disebut MAHFUDZAT. Buku saya dan A. Fuadi berangkat dari sebuah kesamaan, bahwa kita bisa bermimpi, dan mencapai apa yang kita impikan asal kita mau bekerja keras mencapainya. Kawan saya A. Fuadi menterjemahkannya dalam bentuk novel negeri 5 Menara, kalau buku saya adalah panduan bagaimana kita mulai bermimpi, dan bagaimana cara kita mencapai mimpi-mimpi tersebut. Saya masih ingat juga kata-kata Pak Kyai, kalau mau lulus, mesti tahu cara belajar. Sama dengan sukses, kalau mau sukses, mesti tahu cara mencapai kesuksesan tersebut. Terima kasih ya, udah penasaran. Di toko buku setelah tanggal 15 Januari insyaAllah.

  9. [...] Buku Man Jadda Wajada [...]

  10. ditunggu kehadirannya lagi di salatiga…
    semoga ilmu yang disampaikan memberi manfaat untuk kita semua. man jadda wajada memberi kekuatan besar untuk selalu menjadi orang yang optimis dengan mimpinya.

  11. [...] MAN JADDA WAJADA, Penerbit Gramedia, Hal. 221-228 Comments [0]Digg [...]

  12. [...] Siapa Serius, Ia akan Berhasil. Man Jadda Wajada Comments [0]Digg it!Facebook [...]

  13. salam kak akbar, sukses ya?? maaf sampe skrg blm sempat beli bukunya, bisa kirim via pos gak ? wardah

  14. waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
    jadi inga mahfuzot kelas 1 wktu D pondok niiiiiiiiiiiiich


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: