Oleh: akbarzainudin | Februari 10, 2010

Jemput Keberuntungan Anda

 

Tim Manchester United, Tidak Sekedar Beruntung. Sumber: Google

Tim Manchester United, Tidak Sekedar Beruntung. Sumber: Google

 

Ada catatan menarik dibalik perjalanan Klub Elit Inggris Manchester United (MU) di Liga Primer Inggris musim ini. Dari seluruh pertandingan di liga primer yang sudah digelar, Wayne Rooney menjadi pencetak gol terbanyak klub dengan 21 gol. Di bawahnya, menguntit Dimitar Barbatov dengan 8 gol. Menariknya, MU diuntungkan dengan kesalahan lawan-lawannya yang mencetak 9 gol ke gawang mereka sendiri. Terakhir, pekan kemarin, MU menggasak “The Pompey” Porstmouth dengan 5 gol, dan 3 gol di antaranya adalah hasil bunuh diri para pemain Pompey.

Apakah MU sekedar beruntung karena lawan-lawannya membuat banyak kesalahan sehingga mereka melakukan blunder dengan memasukkan gol ke gawang sendiri? Di sinilah kita perlu melihat persoalan “keberuntungan” ini secara lebih jernih.

Bahwa MU beruntung, itu mungkin, Ya. Tetapi yang perlu dicatat adalah keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya. Keberuntungan datang karena MU memang melancarkan serangan terus menerus yang mengakibatkan pertahanan lawan kacau balau. Coba kita lihat pertandingan Sabtu kemarin saat MU melawan Pompey.

Berawal dari pergerakan pemain MU, Nani dari sisi kiri, sesaat sepertinya ia akan melepaskan umpan tarik ke tengah. Celakanya, bola membentur pemain Pompey Vanden Borre yang akhirnya berbelok ke arah gawang sendiri. Selanjutnya, pada menit 59, pemain MU lainnya Michael Carrik melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Lagi-lagi, tendangan itu membentur pemain belakang Pompey Hughes dan menaikkan arah bola yang tidak bisa diantisipasi kiper Pompey, James. Dan seperti halnya gol bunuh diri sebelumnya, pemain Pompey lainnya, Wilson salah mengantisipasi umpan silang Patrice Evra yang akhirnya malah tanpa sengaja memasukkannya ke dalam gawang sendiri.

Dari cerita di atas, bisa dilihat sepenuhnya bahwa keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya. Keberuntungan itu mesti terus menerus kita upayakan sendiri dengan berbagai usaha dan kerja keras sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Tidak ada keberuntungan yang datang tiba-tiba tanpa ada proses sebelumnya.

Karena itu, keberuntungan bukanlah sesuatu untuk ditunggu. Keberuntungan adalah sesuatu yang harus dijemput dengan menyiapkan diri sebaik-baiknya agar kita pantas menerima keberuntungan tersebut. Keberuntungan ada saat sebuah kesempatan datang, dan kita sendiri sudah siap menyambutnya. Sering terjadi, kesempatan datang tetapi karena berbagai hal kita tidak siap menerimanya. Di situlah sebenarnya yang dinamakan tidak beruntung, bukan karena orang lain atau kondisi di sekitar kita, tetapi karena memang kita tidak siap menerima dan memanfaatkan kesempatan yang datang.

So, bersiaplah mengambil kesempatan dan menjemput keberuntungan kita. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan sukses….

Bahan Bacaan

Buku MAN JADDA WAJADA, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, hal. 63-72

Oleh: akbarzainudin | Februari 9, 2010

Butuh Kerja Keras menjadi Kupu-Kupu Sempurna

 

Butuh Kerja Keras Menjadi Kupu-Kupu Sempurna

Butuh Kerja Keras Menjadi Kupu-Kupu Sempurna

 

Masih cerita tentang kupu-kupu, saat kupu-kupu kecil itu ingin keluar dari kepompong, ternyata juga bukan perkara mudah. Ia harus melewati sebuah lubang kecil dengan tubuhnya yang jauh lebih besar dari lubang tersebut. Bersusah payah ia harus mengeluarkan segenap upaya dan tenaganya agar ia mampu keluar dari lubang kepompong yang kecil.

Setelah beberapa saat berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan diri dari lubang kecil tersebut, akhirnya pelan-pelan bisa juga kupu-kupu itu mengeluarkan badannya. Tenaganya terkuras untuk mengeluarkan diri, karena itulah ia terlihat lemas sebentar. Namun perlahan, setelah mengumpulkan tenaga yang dimilikinya, iapun mulai bisa terbang perlahan, semakin tinggi hingga akhirnya ia bisa terbang di udara. Jadilah ia kupu-kupu yang indah.

Pada suatu hari, seorang peneliti yang beberapa kali melihat kupu-kupu keluar dari kepompong, dengan niat baik yang dimilikinya, berusaha untuk memperbesar lubang yang ada di kepompong agar sang kupu-kupu dengan mudah bisa keluar dari kepompong. Berbeda dari teman-temannya yang kesusahan keluar, kupu-kupu yang sudah diperbesar lubang kepompongnya akhirnya dengan mudah keluar dari kepompong tanpa susah payah. Sang peneliti gembira sekali karena ia menganggap dirinya berhasil menolong sang kupu-kupu untuk bisa keluar lebih cepat. Setelah kupu-kupu itu keluar, ia berharap bahwa ia akan segera melihat kupu-kupu itu terbang.

Tetapi apa yang terjadi, setelah beberapa menit ia menunggu, kupu-kupu itu tidak juga bisa terbang. Ia tertatih-tatih melangkah di atas daun. Ia cacat seumur hidupnya. Akhirnya, peneliti itu sedih bukan kepalang, ternyata niat baik untuk menolong kupu-kupu itu mendatangkan penderitaan baginya. Karena ternyata, justru saat kupu-kupu itu keluar dari kepompong dengan susah payah itulah, saatnya buat kupu-kupu mengeluarkan segenap energi yang dimilikinya, melatih kekuatan sayap-sayapnya, agar saat ia keluar dari kepompong tersebut mampu untuk segera menggerakkan diri untuk terbang di udara.

Cerita tentang kupu-kupu yang keluar dari kepompong sungguh merupakan kiasan yang baik bahwa terkadang Tuhan memberikan masalah kepada kita adalah agar kita mampu menjadi orang yang tegar dalam kehidupan. Saat kita berani menghadapi berbagai masalah tersebut dan berhasil keluar darinya, maka kita akan berhasil menjadi orang-orang yang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Ada kata-kata yang bagus, yang dikirim kawan, yang saya juga tidak tahu sumber awalnya dari mana: “Kita meminta kekuatan, dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita jadi kuat. Kita meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberi kita masalah-masalah yang harus dipecahkan. Kita meminta kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan dan kekuatan untuk bekerja. Kita meminta Keberanian, dan Tuhan memberikan masalah untuk dihadapi. Kita meminta cinta dan Tuhan memberi kita orang-orang untuk kita bantu. Kita meminta pertolongan dan Tuhan memberi kita kesempatan”.

Karena itulah, jangan pernah takut untuk hidup. Siapa bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil.

Bahan Bacaan:

Buku Man Jadda Wajada, Penerbit Gramedia, Halaman 209-220

Oleh: akbarzainudin | Februari 7, 2010

Ayo, Ubah Diri Kita

 

Dari Ulat Menjadi Kepompong

Dari Ulat Menjadi Kepompong

 

Seekor kupu-kupu, sebelum ia menjadi cantik untuk dilihat, sering tidak disadari hanyalah seekor ulat yang bagi sebagian orang menjijikkan. Tetapi perubahan setelah beberapa saat menjadi kepompong, menjadikan orang yang melihatnya melupakan kondisi sebelumnya saat ia menjadi ulat.

Menjadi kepompong adalah momentum perubahan yang harus dilalui dengan baik oleh seekor ulat untuk menjadi kupu-kupu. Selama beberapa waktu, ulat yang biasa makan dedaunan itu harus bertapa, tidak makan dan minum, dan hanya memanfaatkan sisa-sisa makanan yang ada dalam dirinya. 

Perubahan dari ulat menjadi kepompong kemudian berubah menjadi kupu-kupu adalah peristiwa alam yang memberi pelajaran berharga bagi kita, bangsa manusia. Bahwa untuk menjadi kupu-kupu yang cantik, kita perlu untuk terlebih dahulu membuat berbagai perubahan dalam diri kita, menjadi kepompong yang penuh keprihatinan, agar kita bisa menjadi “kupu-kupu” yang penuh keindahan.

Menjadi kepompong adalah sebuah momentum. Seseorang perlu membuat momentum perubahan dalam dirinya. Momentum itu, seperti sebuah “momentum magis” (magical moment), yang memberinya kekuatan untuk mengubah dirinya dari seseorang yang biasa-biasa aja, dari seseorang yang tidak mempunyai arah dan masa depan, dari seseorang yang malas-malasan, dari seseorang yang tidak punya ambisi, menjadi seseorang yang penuh semangat, orang yang penuh energi, orang yang penuh ambisi dan motivasi kuat untuk mencapai apa yang dicita-citakannya.

Saat seseorang mendapati dirinya tidak mempunyai arah atau ia kehilangan motivasi dan semangat hidupnya, seyogyanya ia segera mencari cara agar ia bisa mengubah dirinya secara cepat. Jangan sampai berputus asa, karena justru saat ia berputus asa, akan menjadikannya semakin terpuruk dan tidak bisa melepaskan diri dari masalah yang melilitnya.

Ada kawan saya, yang pada 4 tahun sebelumnya, saat saya bertemu, dalam keadaan putus asa, hidup tanpa arah dan masa depan. Kesadaran dan momentum perubahan terjadi saat ia bertemu dengan kawannya, bercerita tentang keadaannya. Kawannya memberikan semangat, memberikan sedikit nasehat agar ia segera bangkit. Seminggu kemudian ia bertemu dengan kawannya yang lain. Mereka berdiskusi bagaimana memulai usaha. Kata-kata sederhana dari kawannya memberikan kesan dan tekad kuat yang luar biasa untuk bangkit. Hingga akhirnya, setahun kemudian, ia mendapatkan penawaran untuk menjadi agen gas di wilayah sekitar tempat tinggalnya. Di situlah momentum perubahan itu terjadi. Tidak saja ia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan baik, tetapi peristiwa itu seperti menjadi batu loncatan untuk ia mengembangkan bisnisnya di bidang lain, seperti pengembangan warnet dan bisnis makanan dan minuman. Saat saya bertemu minggu kemarin, keadaan sudah jauh berubah. Hidupnya penuh dengan semangat baru dan impian-impian untuk mencapai masa depan yang lebih.

Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu

Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu

 

Karena itu, SAATNYA SEKARANG UNTUK BERUBAH. Tancapkan niat untuk mengubah diri kita, dari pribadi yang malas-malasan, menjadi pribadi yang penuh dengan energi dan kreativitas. Dari pribadi yang tidak punya arah, menjadi pribadi yang mempunyai target dan tujuan yang jelas. Dari pribadi yang membiarkan diri kita mengalir apa adanya, menjadi pribadi yang mengalirkan diri ke tempat yang kita inginkan. Saatnya menjadikan diri kita kepompong, prihatin dalam hidup, kerja keras, dan bersusah payah agar dalam beberapa waktu ke depan, kita bisa menjadi kupu-kupu yang cantik untuk dilihat.

Jika kita sedang terpuruk atau dalam kondisi putus asa, mulailah mencari momentum perubahan melalui berbagai cara: berdiskusi dengan orang-orang terdekat ataupun orang-orang yang kita percaya, membaca buku-buku motivasi, membaca buku-buku biografi orang-orang sukses dan terkenal, dan belajar dari orang-orang yang dianggap sukses di sekitar kita. Temukan MAGICAL MOMENT, momentum yang membuat diri kita berubah, dan jadilah KUPU-KUPU yang INDAH…

Semoga Anda Semua Sukses, Siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil.

Bahan Bacaan:

Buku MAN JADDA WAJADA, Penerbit Gramedia, Hal. 221-228

Oleh: akbarzainudin | Februari 6, 2010

Doa Adalah Proposal Hidup

 

Doa Adalah Proposal Hidup

Doa Adalah Proposal Hidup

 

Saat saya sedang mengisi pelatihan motivasi MAN JADDA WAJADA di Cirebon, saya bertemu dengan salah seorang yang menurut saya sangat menarik. Kita berdiskusi banyak, dan salah satunya adalah tentang doa. Saat itu, di pelatihan saya memang juga membahas bahwa doa dan hubungan dengan Tuhan menjadi salah satu elemen sangat penting yang membantu kita menuju keberhasilan yang kita cita-citakan. 

Dia bilang, doa itu adalah PROPOSAL HIDUP. Doa itu bukan sekedar kita meminta sesuatu agar kita diberi. Doa bukan sekedar kita memanjatkan sesuatu kepada TUHAN, lalu dengan serta merta TUHAN memberikan apa yang kita minta. 

Doa, menurutnya adalah sebuah proposal di mana kita membeberkan di situ apa kebutuhan dan latar belakang kita mengajukan permohonan ini, tujuannya apa, sasaran yang diinginkan apa, kapan kita ingin mencapainya, dan metodologi atau proses apa yang akan kita lakukan dalam mencapai apa yang kita inginkan. 

Semuanya secara rinci kita tuliskan dalam proposal tersebut. Sehingga doa, tidak saja sekedar sebuah seremoni ritual, sekedar upacara, karena kebiasaan yang telah ditanamkan sejak kecil, tetapi doa merupakan bentuk kesadaran kita sebagai manusia, bahwa kita akan melakukan berbagai pekerjaan yang kita rencanakan dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. 

Karena itu, berdoa bukanlah sebuah bentuk pekerjaan pasif di mana kita menunggu dari TUHAN apa yang kita mintakan. Tetapi berdoa adalah perbuatan aktif di mana kita melaporkan diri pada TUHAN, inilah yang akan saya lakukan untuk mencapai cita-cita saya. Karena itu, mudahkanlah jalan-jalan dan pintu-pintu yang akan kita lalui…..

Karena itulah, pemahaman tentang apa yang kita mohonkan dalam berdoa itu menjadi penting. Jangan sekedar asal berdoa dengan bahasa Arab kalau kita tidak memahaminya dengan baik. Berdoalah dengan berbagai bahasa yang kita pahami, bisa bahasa Jawa, Sunda, Batak, dan berbagai bahasa lain karena TUHAN mengerti apa yang kita bicarakan. Dengan demikian, doa-doa itu akan meresap, menjadi tekad kuat bagi kita untuk bekerja lebih keras dalam mencapai cita-cita dan impian kita. 

Selamat berdoa,
Man Jadda Wajada
http://manjaddawajada.wordpress.com/

Oleh: akbarzainudin | Februari 2, 2010

SMA SALMAN Cirebon, SMA Plus Hafal Al-Qur’an

Melihat anak-anak SMA Salman Cirebon, rasanya ada perbedaan yang terasa dibandingkan dengan anak-anak SMA lainnya. Terasa ada keteduhan yang memancar, dan nuansa spiritual terlihat kental dalam wajah-wajah mereka. Ternyata, tidak hanya dibekali dengan keilmuan dan pengetahuan umum, mereka juga adalah para penghafal Al-Qur’an.

SMA Salman adalah SMA Boarding School, di mana para siswanya berada dalam asrama selama 24 jam penuh. SMA yang baru berdiri dua tahun ini menggunakan sistem boarding, sehingga memudahkan pengelola untuk memberikan nilai-nilai pendidikan dan pengajaran sesuai dengan apa yang diinginkan.

Papan Nama SMA Salman

Papan Nama SMA Salman

 

Menariknya, murid-murid SMA di sini tidak dipungut biaya pendidikan. Mereka digratiskan untuk biaya pendidikan dan juga biaya hidup. Namun demikian, untuk menjaga kualitas, mereka diseleksi dari berbagai daerah di sekitar Cirebon, hingga yang masuk di sini satu kelasnya tidak lebih dari 30 orang.

Menurut Ust. Sefi Khirrijil Yaman, pengelola sekolah, biaya pendidikan dan kebutuhan hidup dipenuhi secara gotong royong dari berbagai donatur, terutama para pengusaha alumni dari Pondok Modern Gontor yang berada di sekitar Cirebon. Mereka membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Asrama Siswa

Asrama Siswa

 

Sekolah ini dibangun di tengah komplek perumahan Graha Darussalam Gronggong, yang kebetulan para pemiliknya merupakan orang-orang yang sama. Guru-guru diambil dari berbagai lulusan perguruan tinggi yang mau mengabdi di sekolah ini. Kurikulum dikombinasikan antara kurikulum SMA dengan kurikulum pesantren plus program hafalan Al-Qur’an.

Melihat ke depan bahwa sekolah ini membutuhkan unit usaha yang bisa menjamin keberlangsungan sekolah tanpa harus selalu bergantung pada para donatur, maka didirikanlah di komplek perumahan Graha Darussalam restaurant Sea Food Pak Moel. Restauran ini merupakan kerjasama bagi hasil. Dan mulai tahun ini, hasil dari restauran ini sudah mulai terlihat sehingga kebutuhan bagi para siswa SMA Salman bisa ditutupi dari hasil keuntungan restauran yang memang sudah terkenal di seantero Cirebon.

Bertekad Belajar Lebih Giat

Bertekad Belajar Lebih Giat

 

Saat saya memberikan pelatihan MOTIVASI MAN JADDA WAJADA kepada murid-murid SMA Salman ini, terlihat tekad mereka begitu kuat dan besar untuk mengejar prestasi, baik dari sisi akademik maupun dalam hal hafalan Qur’an. Ada satu orang yang bertekad bisa hafal hingga 25 juz sampai tamat SMA 2 tahun lagi. Ada juga yang bertekad untuk menghafal 1 juz setiap bulan.

Target; Per bulan Hafal 1 Juz

Target: Per bulan Hafal 1 Juz

 

Dengan membuat target-target dan perencanaan yang lebih jelas, saya sangat berharap bahwa setelah pelatihan ini mereka mampu menghafal dengan lebih terarah sesuai dengan kemampuan mereka. Karena suntikan semangat itu sementara ini yang bisa saya sumbangkan kepada mereka, generasi penerus penghafal Al-Qur’an…….

Oleh: akbarzainudin | Januari 30, 2010

Santoso dan Emping Jagung dari NTT (Kompas)

Dikutip langsung dari KOMPAS

Samuel Santoso tampak begitu sibuk. Setiap hari, sejak jarum jam menunjukkan pukul 04.00 sampai pukul 22.30 waktu Indonesia tengah, ia terus bekerja di tempat kerjanya di Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur. Daerah ini harus diangkat melalui kerja keras untuk mendayagunakan potensi sumber daya lokal yang ada.

Santoso menyadari, tidak mudah memulai usaha di NTT. Banyak soal harus dihadapi, mulai dari sumber daya manusia, modal, pemasaran, sampai transportasi.

Tahun 2004 saya tiba di Kupang. Saya mempelajari sejumlah peluang usaha di sejumlah kabupaten. Lalu, saya putuskan menekuni usaha emping jagung. Seluruh daerah di NTT menanam jagung dan jagung menjadi makanan pokok masyarakat, kata Santoso di Kupang, Sabtu (16/1).

Namun, pengolahan jagung di kalangan masyarakat masih sederhana. Biji jagung digoreng dan dimakan begitu saja atau ditumbuk menjadi emping seadanya. Ada pula biji jagung digiling, lalu dimasak sebagai pengganti beras. Kebiasaan ini berlangsung ratusan tahun.

Berbekal pengetahuan tentang emping jagung yang dipelajari di Yogyakarta, Santoso memberikan inspirasi baru tentang emping jagung yang gurih, higienis, berkualitas, dan mampu bersaing di pasaran.

Provinsi Gorontalo mengakui keunggulan kualitas emping jagung Santoso. Mereka minta Santoso membantu melatih petani setempat dan mengadakan mesin pemroses emping berkualitas hasil rakitan Santoso.

Setiap hari, 100 sampai 200 kilogram (kg) biji jagung bulat diproses menjadi emping. Ia menghasilkan 80 kg-180 kg emping, susut 20 persen karena kulit dan mata biji jagung dibuang.

Bahan baku jagung dibeli dari petani dengan harga Rp 2.000- Rp 3.000 per kg. Semua jenis jagung di NTT dapat dijadikan emping dengan ukuran pengembangan 2-3,5 cm setelah ditumbuk dengan mesin.

Jagung NTT jauh lebih berkualitas dibandingkan daerah lain. Saat diolah biji jagung tidak hancur, bahkan mengembang semakin lebar meski ditumbuk dengan kekuatan 8-10 kg berat. Tetapi, jagung dari luar selalu hancur, katanya.

Lagi pula, emping jagung ini lebih gurih dari daerah lain. Padahal, Santoso hanya menggoreng dengan bawang putih tanpa bahan pengawet.

Produk emping jagung milik Santoso kini bisa ditemui di swalayan, toko, kios, dan warung makan. Emping ini tersebar di 21 kabupaten/kota se-NTT.

Padahal, Santoso hanya mendistribusikan emping itu ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Sikka. Semuanya semata karena keterbatasan sumber daya manusia dan modal. Kebanyakan pengusaha dari kabupaten lain membeli emping di Kupang untuk dijual di kabupaten bersangkutan.

Tanpa promosi saja saya kewalahan layani permintaan. Tetapi, saya bekerja sesuai tenaga, modal, bahan baku, dan sumber daya manusia yang ada, katanya.

Permintaan di Kota/Kabupaten Kupang 500-1.000 kg emping jagung per hari, Timor Tengah Selatan 200 kg per hari, dan Sikka 500 kg per hari. Pengiriman emping ke tempat-tempat ini pun sesuai dengan transportasi ke daerah itu.

Emping yang didistribusikan ke setiap swalayan dan toko di empat kabupaten/kota itu dalam 1-3 hari habis diserbu konsumen. Biasanya emping itu untuk sarapan pagi, juga untuk bekal perjalanan dan oleh-oleh khas NTT. Permintaan dari kabupaten lain di NTT sampai 2.000 kg, tapi saya tak bisa layani. Saya biarkan usaha ini berjalan secara alamiah, ujarnya.

Kemasan

Emping dikemas dalam plastik dan dapat dibawa ke mana saja. Emping buatan Santoso ini bisa bertahan sampai 5 bulan.

Ukuran 450 gram dijual Rp 8.000-Rp 8.500 per kantong, sementara ukuran 250 gram dijual Rp 5.000 per kantong. Namun, di swalayan atau toko, emping dijual Rp 10.000-Rp 15.000 per kantong. Ukuran 250 gram dijual Rp 8.000 per kg.

Santoso menawarkan emping jagung dengan rasa gurih (renyah), manis madu, dan pedas manis. Semua rasa ini yang paling disukai konsumen.

Usaha emping jagung ini kini dikelola CV El Shahadai, di mana Santoso menjadi direkturnya. Ke depan, Santoso optimistis usahanya bakal sukses karena kini warga negara Timor Leste dan Australia pun mulai tertarik. Hanya keterbatasan modal dan tenaga membuat permintaan ini belum terlayani.

Santoso mempekerjakan 10 tenaga kerja lokal dengan gaji Rp 650.000-Rp 1,5 juta per bulan. Akan tetapi, mereka sangat sulit beradaptasi. Meski sudah kerja 1-3 tahun bekerja, mereka harus terus dituntun.

Hampir setiap pekan ia diminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah setempat memberikan pemahaman mengenai wirausaha kepada lulusan sarjana di NTT. Santoso selalu menekankan kekayaan sumber daya alam di NTT dan bagaimana mengolahnya.

Ada sejumlah sumber daya alam NTT yang terbuang, seperti ijuk dari enau, buah lontar, asam Jawa, rebung bambu, pohon bambu, kayu putih, dan jerami. Padahal, semua ini bisa dikelola untuk menghasilkan uang yang sangat memadai.

Ia memberikan contoh orang-orang sukses berwiraswasta seperti bisnis makanan ringan, kerajinan industri rumah tangga, dan mebel. Keuntungan di bidang ini lebih menjanjikan daripada menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menjadi PNS juga harus bertarung dengan ribuan lulusan sarjana dan sekolah menengah.

Saya ingin bangun sikap optimisme masyarakat bahwa di NTT banyak peluang usaha. Saya justru bicara terus terang mengenai keuntungan yang saya dapatkan dari usaha emping jagung ini guna membangun naluri bisnis mereka, katanya.

Masyarakat NTT juga bisa berwiraswasta, hanya mereka butuh pendampingan dan modal usaha. Pemerintah tak hanya bicara, tetapi juga beri modal dan bimbingan kepada masyarakat.

Santoso berencana membangun pabrik emping jagung di Kota Kupang dengan produksi 30 ton jagung butir per hari dan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang.

Oleh: akbarzainudin | Januari 28, 2010

Biarkan Ia Berusaha Sendiri

Alkisah, sebelum menjadi kupu-kupu yang cantik, seekor ulat mesti memasuki fase-fase tersulit dalam hidupnya; menjadi kepompong. Hidup prihatin, menenangkan diri, dan berserah diri dengan keadaan sambil berdoa, mudah-mudahan tidak ada tangan-tangan jahil manusia yang mengambilnya sehingga ia harus mati dan tidak bisa mengubah dirinya dari ulat yang jelek menjadi kupu-kupu yang cantik.

Pada saat ingin keluar menjadi kupu-kupu, dari lubang yang sempit, ia harus mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya dengan sekuat tenaga agar ia mampu mengeluarkan diri. Proses mengeluarkan diri dari kepompong itu terlihat begitu sulit. Tubuhnya yang relatif lebih besar dibandingkan lubang yang ada menjadikannya harus bekerja sangat keras.

Belajar Tengkurap

Belajar Tengkurap

 

Suatu hari, seorang peneliti dengan kemurahan hatinya berusaha ingin menolong kupu-kupu itu agar keluar dari kepompongnya. Dibuatnyalah lubang yang lebih besar, sehingga dengan mudah kupu-kupu itu keluar. Tetapi apa yang terjadi? Kupu-kupu itu ternyata TIDAK BISA TERBANG. Ternyata, proses mengeluarkan diri dari kepompong itulah justru LATIHAN bagi kupu-kupu untuk mengerahkan seluruh otot dan tenaga yang dimilikinya sehingga bisa menjadi dasar untuk terbang.

Anakku Azha, 3 bulan, kemarin melewati satu fase dalam kehidupannya sebagai seorang manusia; BELAJAR TENGKURAP. Awalnya ia mengalami kesusahan yang luar biasa. Ia memiringkan badan, sekitar 10 menit berusaha sekuat tenaga membalikkan badannya yang gempal sambil menangis keras-keras.

Kita melihatnya dengan harap-harap cemas. Saya ingin berusaha menolongnya, tetapi ingat cerita kupu-kupu di atas, saya biarkan ia menangis terus. Dan anakku tidak berhenti berusaha, ia terus menggerak-gerakkan tubuhnya berusaha mengguling.

Mungkin ia kecapean, 5 menit berusaha, ia berhenti menangis. Seakan menahan nafas, mengumpulkan tenaga. Tetapi tergambar di wajahnya tekad yang luar biasa untuk bisa melewati fase itu dengan penuh kesungguhan.

Istirahat Sejenak. Ayo, Kamu Bisa!

Istirahat Sejenak. Ayo, Kamu Bisa!

 

Kami sekeluarga kemudian menyemangati dia lagi untuk meneruskan usahanya. Tangan sebelah kanannya masih terhimpit badannya yang besar sehingga menyulitkan dia untuk mengguling. Tetapi saya mengerti, usaha dan kerja kerasnya pasti akan membuahkan hasil. Dan dengan sekejap, ia mengerahkan lagi hampir keseluruhan usahanya untuk memastikan tangan kanannya bisa ia keluarkan dari himpitan tubuhnya.

Dua tiga kali usaha yang memerahkan mukanya, menghasilkan sebuah fase yang sangat penting dalam hidupnya: Tengkurap. Saya tidak berusaha membantunya, karena saya tahu, usahanya sendiri sangat penting agar membuatnya lebih kuat menghadapi tantangan hidup dan masa depan.

Kesungguhan yang Membawa Hasil

Kesungguhan yang Membawa Hasil

 

Dan saya yakin sekali, lewat kesungguhan dan kerja kerasnya, ia pasti berhasil melewatkan tantangannya. Terima kasih anakku, engkau telah memberi pelajaran sangat berharga buatku hari ini.

MAN JADDA WAJADA

Siapa Bersungguh-Sungguh, Pasti akan Berhasil


Oleh: akbarzainudin | Januari 27, 2010

Boneka Rambut RUMPUT

Jika Anda melihat boneka di sebuah ruangan yang rambutnya dari rumput, jangan terkejut kalau diamati dari dekat, rambut itu memang RUMPUT BENERAN, dan bukan rumput imitasi. Mungkin juga Anda akan lebih terkejut, jika boneka tersebut adalah hasil karya dari perusahaan yang dipimpin oleh anak muda berusia 26 tahun, Gigin Mardiansyah.

Inilah Boneka Berambut Rumput karya Gigin

Inilah Boneka Berambut Rumput karya Gigin

 

Memulai bisnis tahun 2006, saat usianya 22 tahun, Gigin bukanlah pengusaha yang yang memulai dengan modal besar. Saat itu, modalnya adalah Rp 4.750.000,- yang didapat dari hasil tabungannya. Modal itu kemudian dibelikan berbagai peralatan sederhana untuk membuat boneka dari bahan-bahan serbuk gergaji.

Pada intinya adalah KREATIVITAS. Gigin menginginkan membuat boneka sederhana yang berbeda dengan kebanyakan boneka yang ada di pasaran selama ini. Di samping itu, boneka ini juga harus terlihat unik dan menarik, di samping mempunyai nilai tambah jika ditaruh di atas meja ataupun sebagai sebuah perhiasan.

Proses pencarian ide juga berlangsung lama. Hingga akhirnya, ia menemukan ide bagaimana membuat boneka yang sekaligus menjadi wahana bagi tumbuhnya rumput di dalam boneka tersebut. Karena berfungsi sebagai wahana tanam, dipilihlah serbuk gergaji sebagai bahan utama pembuat boneka. Ia belajar bagaimana membuat serbuk gergaji ini bisa dipress dan dibentuk agar saat dibawa-bawa ke mana-mana tidak hancur. Setelah melalui proses trial and error yang cukup panjang, teknologi itupun akhirnya ia dapatkan.

Permasalahan berikutnya adalah mencari jenis rumput dan juga bijinya yang bisa berkembang secara baik di dalam ruangan. Tanya sana sini, dan terus mencoba berbagai jenis, ketemulah ia dengan bibit rumput yang bisa berkembang dengan baik tanpa banyak sinar matahari. Klop sudah, bisnispun mulai jalan.

Gigin (Kanan), wirausaha muda penggagas boneka berambut rumput

Gigin (Kanan), wirausaha muda penggagas boneka berambut rumput

 

Dengan keunikan ide yang begitu jelas, produknyapun mulai digemari oleh masyarakat. Berawal dari pabrik sederhana di Bogor, tahun 2009 kemarin pabriknya bisa menghasilkan omzet Rp 1 Milyar. Sayang, saat ditanya berapa keuntungan bersihnya, Gigin enggan memberitahukan.

Dengan usaha yang terus berkembang, sekarang ini Gigin mempunyai 55 karyawan di berbagai unit. Dengan segala kreativitas yang dimiliki, produk boneka yang dimiliki Gigin sangat mungkin menembus pasar nasional dan internasional. Tinggal bagaimana terus mengelola kreativitas yang dimilikinya untuk tembus menuju pasar dunia. Go, Young Man!

MAN JADDA WAJADA

Siapa Bersungguh-sungguh, Ia akan Berhasil!

Oleh: akbarzainudin | Januari 26, 2010

Yang Muda, Jelas Lebih “Fresh”

 

Teguh (Kanan), Berani melawan yang Mapan

Teguh (Kanan), Berani melawan yang Mapan

 

“Untuk urusan pengalaman, orang-orang tua dan senior memang lebih banyak. Tetapi urusan ide, anak muda pasti lebih segar”. Begitu yang dilontarkan Teguh B. Ariwibowo, mahasiswa semester VI di sebuah universitas di Surabaya, pendiri VOILA, perusahaan yang bergerak dalam bidang KONSULTAN MEREK DAN PEMASARAN.

Sebagaimana saat saya ngobrol dengan wirausaha muda mandiri yang lain, saya sungguh terkesan dengan keberanian yang dimilikinya. Betapa tidak, dunia konsultasi merek dan pemasaran biasanya diisi oleh orang-orang yang memang sudah berkecimpung lama dalam dunia pemasaran. Sebagai sebuah jasa, dunia membutuhkan kepercayaan dari klien melalui berbagai portofolio pekerjaan yang sudah diselesaikan. Tetapi Teguh tidak mundur. Baginya, itulah tantangan terbesar bagaimana meyakinkan klien bahwa perusahaan yang dimilikinya, walaupun diisi dengan tim yang masih muda, mampu bersaing dengan mereka-mereka yang lebih berpengalaman.

Bisa ditebak, tidak mudah meyakinkan klien bahwa Teguh dan kawan-kawan akan mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada mereka. Akhirnya, mulailah mereka membangun kepercayaan dengan mengerjakan berbagai pekerjaan dengan skala kecil mulai dari desain kartu nama, brosur, merchandise perusahaan, hingga desain booth untuk pameran.

Lambat laun, kepercayaan itu mulai tumbuh, Voila, perusahaan Teguh itupun mulai mendapatkan klien-klien yang lebih besar, terutama untuk pelaksanaan berbagai kegiatan (event). Dari perusahaan sepatu, tercatat Spec dan Piero menjadi kliennya. Di samping itu, juga ada ActionCoach, Sampoerna Foundation. Dan tentu saja, yang paling membanggakan Teguh dan kawan-kawan, adalah dipercaya perusahaan sebesar Ceria dan Indosat.

Bagi saya, keberanian Teguh untuk tidak takut melawan para raksasa di bidang ini patut diacungi jempol. Toh kita masing-masing punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dalam kasus Teguh, kelebihan itu bisa pada “ide-ide yang lebih segar dan asli”, ataupun biaya yang lebih murah. Saat perusahaan-perusahaan besar tidak bisa menjadi lincah karena “terlalu besar”, sebagai perusahaan kecil yang dinamis, kita bisa menunjukkan kelincahan dan dinamika yang kita miliki, yang tidak dipunyai oleh orang lain.

Jadi, saatnya kita menghilangkan ketakutan-ketakutan itu, karena masing-masing kita punya kelebihan yang mungkin saja, tidak dimiliki oleh orang lain. Sukses buat Anda semua!

MAN JADDA WAJADA

Siapa Bersungguh-Sungguh, ia akan berhasil.

Oleh: akbarzainudin | Januari 25, 2010

Memulai Usaha Tidak Harus Jadi Penemu

 

Alvia AlHadi, memulai usaha di usia 19 tahun

Alvia Alhadi, memulai usaha di usia 19 tahun

 

Untuk memulai usaha, tidak harus jadi penemu. Kalau kita mau berwirausaha mesti menemukan sesuatu yang benar-benar baru, maka ngga tahu kapan kita bisa jadi pengusaha. Tugas pengusaha adalah membuat berbagai ide dan penemuan produk dan jasa yang tersebar di sekitar kita agar bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. 

Ide-ide dan penemuan-penemuan baru banyak terdapat di ruang-ruang laboratorium, riset, dan di berbagai kepala banyak orang yang berada di sekitar kita. Pengusaha tidak mesti harus mencari sendiri ide-ide dan penemuan tersebut. Tinggal bagaimana memanfaatkan ide dan penemuan yang tersebar itu menjadi bisnis yang menguntungkan. 
Lembaga riset perguruan tinggi adalah salah satu sumber utama berbagai penelitian. Di samping itu, LIPI juga telah melakukan penelitian berbagai teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan pengusaha. Contohnya adalah tempe dalam kaleng, yang teknologinya sudah ditemukan LIPI, tinggal bagaimana para pengusaha memanfaatkan ide ini. 

Hal serupa juga dilakukan Alvia Alhadi, pemuda asal Kalimantan kelahiran 5 November 1989 yang juga menjadi salah satu peserta finalis Wirausaha Muda mandiri. Ia mengembangan obat herbal dalam kapsul yang bahannya berasal dari tanaman KELADI TIKUS. Tanaman Keladi Tikus diketahui mempunyai fungsi sebagai anti-oksidan dan bisa menyembuhkan kanker. 

Pengetahuan tentang khasiat tanaman keladi tikus ini bukan dia yang menemukan, tetapi dari seseorang yang dengan kegigihannya mampu mengobati sakit kanker anaknya melalui tanaman ini. Orang tersebut mengetahui khasiat tanaman ini dari berbagai buku-buku bacaan yang ia cari untuk mengobati anaknya. Pengobatan orang tersebut dilakukan secara tradisional dengan menumbuk tanaman dan meminumkannya kepada anaknya. 

Pohon Keladi Tikus, banyak tumbuh di Pekarangan Rumah

Pohon Keladi Tikus, banyak tumbuh di Pekarangan Rumah

 

Pertemuan dengan orang itulah yang menginspirasi Alvia Al-Hadi untuk membuat obat herbal berbahan keladi tikus di dalam kapsul. Mulailah ia mencari teknologi yang bisa mengolah tanaman dan meraciknya dalam dosis yang sesuai. Ia libatkan beberapa tenaga kesehatan agar produknya bisa dikonsumsi secara aman. 

Setelah itu, iapun mulai memikirkan bagaimana mengemas produknya, dan melakukan strategi pemasaran yang sesuai. Distribusi dilakukan dengan menggandeng banyak distributor sehingga memungkinkan produknya bisa sampai ke masyarakat secara cepat. 
Memulali usaha dari tahun 2006, saat usianya baru menginjak 19 tahun, dalam beberapa bulan pertama, memang produknya masih belum dikenal masyarakat masyarakat masih belum percaya dengan khasiat produknya. Tetapi lambat laun, perjalanan waktu membuat usahanya terus berkembang pesat hingga sekarang. Iapun masih membuka kesempatan bagi para distributor untuk bekerjasama memasarkan produknya di seluruh Indonesia. 

MAN JADDA WAJADA!
Siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori